Ilustrasi Foto: Koran SI
JAKARTA - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) meyakini jika pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak akan mengikuti tren penurunan pertumbuhan ekonomi yang terjadi di negara-negara Asia Timur dan negara Asean.
Sementara itu, pertumbuhan ekonomi di tiga negara Asean yang berpendapatan menengah, yaitu Malaysia, Filipina dan Thailand diperkirakan akan turun karena melemahnya permintaan ekspor dan kebijakan pengetatan moneter.
"Indonesia tidak akan mengikuti tren penurunan tersebut karena kuatnya permintaan domestik akan mendorong pertumbuhan sebesar 6,4 persen pada 2011, lebih tinggi dari angka pertumbuhan tahun 2010 sebesar 6,1 persen," ungkap Laporan Asia Economic Monitor dari Asian Development Bank (ADB) bulan Juli yang dipublikasikan Kamis (28/7/2011)
Laporan ADB tersebut menyoroti risiko meningkatnya inflasi yang menyebabkan naiknya upah yang bisa membahayakan pertumbuhan kawasan ini. Resiko lainnya bagi pertumbuhan adalah pemulihan di Jepang yang lebih rendah dari perkiraan semula dan masalah utang di Amerika dan kawasan Euro yang belum terselesaikan, meningkatnya gejolak pasar keuangan, dan masuknya arus modal yang bisa memicu ketidakstabilan.
Dalam laporan ini juga memuat satu bab khusus tentang bagaimana otoritas keuangan bisa menangani inflasi akibat naiknya harga komoditi. Bab ini mengusulkan bahwa pendekatan yang pragmatik terhadap berbagai kebijakan bisa membantu pemerintah mengelola dampak inflasi akibat gejolak perubahan harga komoditi yang terus terjadi. Laporan ini juga menyebutkan bahwa nilai tukar yang lebih fleksibel bisa mengatasi dampak harga komoditi di tingkat global terhadap pasar domestik. (and)