Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
BTEL Didepak dari LQ45

Anindya Bakrie : Hal Itu Wajar

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Kamis, 28 Juli 2011 |13:40 WIB
Anindya Bakrie : Hal Itu Wajar
Anindya Bakrie
A
A
A

JAKARTA - PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) rela didepak dari 45 saham terlikuid (LQ45).

Presiden Direktur BTEL Anindya Bakrie menuturkan bahwa hal tersebut wajar. Tapi yang pasti perseroan pun akan senantiasa untuk mengembangkan perseroan ke depannya.

"Memang hal itu wajar, ada yang datang dan ada yang pergi. Itu hanya masalah likuiditas saja, yang pasti dari perseroan sendiri kita tetap untuk mengembangkan perseroan kedepannya," katanya kala ditemui dalam acara Diskusi Penerapan Tanggung Jawab Sosial Perubahan (CSR) di Indonesia Sesuai Penerapan ISO 26000, Menara Kadin, Jakarta, Kamis (28/7/2011).

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia memutuskan mengeluarkan lima efek dalam Indeks LQ45 untuk periode Agustus 2011 hingga Januari 2012. Selain itu BEI memasukan lima efek yang dapat diperdagangkan dalam LQ45.

Adapun saham-saham yang telah dikeluarkan oleh bursa adalah PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI), PT Bank Bukopin Tbk (BBKP), Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), dan PT Elnusa Tbk (ELSA).

Sementara lima efek yang masuk dalam Indeks LQ45 adalah PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN), PT XL Axiata Tbk (EXCL), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS).

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement