SINGAPURA - Harga minyak turun mendekati USD97 per barel pada hari ini di Asia akibat Amerika Serikat (AS) gagal merealisasikan batas utang yang tinggal beberapa hari lagi.
Seperti dikutip dari Associated Press (AP), Jumat (29/7/2011), minyak untuk pengiriman September turun 32 sen menjadi USD97,12 per barel pada siang ini waktu Singapura di perdagangan New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, minyak mentah naik empat sen dan mantap di level USD97,44 per barel. Di London, minyak mentah Brent naik 21 sen menjadi USD117,57 per barel di bursa ICE Features.
Para investor menganalisa, terkait negosiasi antara anggota parlemen AS menjelang 2 Agustus, pemerintah harus membayar kewajibannya kecuali jika batas waktunya dinaikkan.
Kebanyakan analis menyatakan jika default utang AS ada kemungkinan tidak terjadi. Namun jika itu terjadi akan berdampak hancurnya perekonomian. Bahkan Credit Suisse menyatakan jika hal itu akan memicu kontraksi lima persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) AS.
Seperti diketahui, minyak mentah di perdagangan mendekati USD97 per barel selama beberapa hari terakhir karena investor menunggu hasil dari pembicaraan batas pembayaran utang tersebut.
Selain itu, beberapa analis memperkirakan jika masalah utang bisa diselesaikan, investor akan fokus pada permintaan minyak mentah untuk negara berkembang khsususnya China dan bisa mendorong harga minyak lebih tinggi pada akhir tahun.
Pada perdagangan Nymex lainnya dalam kontrak September, minyak pemanas turun 0,2 persen menjadi USD3,11 per galon, sementara bensin naik 0,1 persen menjadi USD3,10 per galon. Gas alam berjangka turun 2,1 sen menjadi USD4,22 per 1.000 kaki kubik. (nia) (rhs)