JAKARTA - Standard Chartered (Standchart) Indonesia menyatakan, keempat produk dan layanan terbaru Standard Chartered diluncurkan untuk mempertahankan pertumbuhan kredit mereka.
"Rata-rata growth kami per tahun dalam tiga tahun terakhir adalah sekira 30 persen. Setidaknya kami ingin mempertahankan angka itu dengan keempat produk dan layanan terbaru yang kami luncurkan di bulan puasa ini," kata GM Retail Products, Consumer Banking Standard Chartered Indonesia Ina Susanti di kantornya, Jalan Dr Satrio, Jakarta Selatan, Rabu (3/8/2011).
Keempat layanan dan produk terbaru tersebut adalah fasilitas cash back hingga 20 persen untuk penggunaan kartu kredit Standchart di restoran mana saja di seluruh Indonesia; pencairan dana kredit tanpa agunan (KTA) dalam tiga hari kerja; fasilitas take over kredit kepemilikan rumah (KPR) dari bank lain dengan suku bunga mulai dari 9,25 persen dan bebas dari berbagai biaya; serta Step Up Deposit yaitu deposito berjangka 12 bulan dengan suku bunga tinggi tiap kuartal yang meningkat hingga 7,25 persen dan berbagai hadiah langsung.
Ina menjelaskan, untuk pemakaian kartu kredit saja, Standchart menargetkan kenaikan sedikitnya 20 persen dari penggunaan bulan lalu.
"Dalam tiga tahun ini, performa kami dalam sektor kartu kredit menunjukkan outstanding balance. Rata-rata pertumbuhan penggunaan kartu kredit Standard Chartered adalah 20 persen per tahun, dengan total aset rata-rata per tahun 30 persen," imbuhnya.
Persentase pertumbuhan yang sama juga terjadi pada KTA, yakni rata-rata 20 persen per tahun sejak 2008 lalu. Ina menyatakan, KTA memang menjadi konsentrasi utama pengembangan mass market Standard Chartered. "Kami tetap mau berkonsentrasi di KTA, dan tidak boleh meninggalkan itu," tegasnya.
Ina menambahkan, pertumbuhan KPR belum bisa dilihat karena baru diluncurkan awal tahun ini. Standchart, kata Ina, memang mengkhususkan KPR untuk pasar premium. "Bank-bank lain mungkin meluncurkan KPR dengan loan lebih kecil. Tapi kami sengaja menyasar segmen pasar menengah ke atas karena rumah kini juga sudah menjadi bentuk investasi," imbuhnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.