JAKARTA - Standard Chartered Bank Indonesia berencana memasuki bisnis primary market kredit pemilikan rumah (KPR) pada kuartal ketiga tahun ini. Meksipun belum menggandeng developer manapun, namun Standard Chartered Bank optimistis rencana bisnisnya akan tetap terealisasi.
"Saat ini kami masih main di secondary market, dan belum menggaet developer tertentu untuk masuk ke primary market. Mudah-mudahan kuartal tiga ini mulai," kata GM Retail Products Consumer Banking Standard Chartered Indonesia, Ina Susanti, di kantor Standard Chartered Bank, Jalan Dr Satrio, Kuningan, Jakarta, Rabu (3/8/2011).
Ina menjelaskan, awal tahun ini Standard Chartered Bank telah meluncurkan fasilitas KPR dengan target pasar premium banking. Sejak diluncurkan, para nasabah mengambil KPR dengan nilai rata-rata Rp1 miliar-Rp2 miliar.
"Segmen kami memang pada pasar yang premium, sebab premium banking memang ditujukan bagi mereka yang sudah stabil secara finansial dan menginginkan investasi. Salah satunya di sektor perumahan," ujar Ina.
Pada awal Agustus yang bertepatan dengan awal Ramadan ini, Standard Chartered Bank meluncurkan fasilitas layanan KPR terbarunya yakni take over KPR. Fasilitas ini memungkinkan pengalihan KPR nasabah dari bank lain dengan bunga mulai 9,25 persen serta bebas biaya provisi, appraisal, dan biaya administrasi.
Ina mengklaim, sebagai bank asing, cost of fund Standard Chartered Bank kompetitif. Dengan begitu, mereka bisa menawarkan bunga yang bagus untuk secondary market.
"Biasanya orang yang mengambil KPR dan sudah masuk ke tahun ketiga mulai terbebani dengan bunga yang tinggi. Nah, kami menawarkan kemudahan dengan bunga 9,25 persen fixed dua tahun tersebut," imbuhnya.
Saat ini fasilitas KPR Standard Chartered baru dikonsentrasikan pada daerah Jakarta dan Surabaya, serta terbuka bagi developer manapun. Sementara untuk down payment (DP) yang harus disetorkan adalah 20 persen dari total nilai bangunan.
(Andina Meryani)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.