Citilink Dipatok Berikan Kontribusi 30% ke Garuda

Yuni Astutik - Okezone
Rabu, 3 Agustus 2011 18:22 wib
Garuda. Foto: okezone
Garuda. Foto: okezone
TANGERANG - PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) menargetkan pada 2015 jika Citilink, Unit Usaha Strategis berkontribusi 30 persen dalam pendapatan perusahaan.

"30 persen diharapkan kontribusi Citilink 2015 ke Garuda. Start lima persen dulu untuk pendapatan Garuda tahun depan," ungkap Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan, saat ditemui seusai peluncuran business plan baru, di Garuda City, Cengkareng, Tangerang, Rabu (3/8/2011).

Sehingga, dalam mewujudkan target tersebut, Citilink akan menambah 25 armada baru, yaitu A320s mulai 2014. Dikatakannya pula, selain pembelian 25 armada A320s baru Citilink juga akan mendatangkan lima pesawat dengan sistem sewa.

"Pesawat mulai datang bulan ini dan September sudah mulai beroperasi. Pesawat akan datang kemudian setiap bulannya," jelasnya.

Adapun biaya yang dikeluarkan untuk kelima pesawat tersebut adalah perseroan wajib setor security deposit sebesar USD750 ribu per pesawat. "Lima pesawat dengan sistem leasing. Dana dari IPO Garuda. Satu pesawat USD750 ribu," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan jika untuk jangka panjang Citilink akan menambah rute ke luar negeri seperti Malaysia, Australia, Singapura, dan Filipina. Adapun saat ini Citilink sedang mempersiapkan untuk memisahkan Citilink menjadi anak usaha dan beroperasi mandiri.

"Jadi nanti kalau sudah spin off kita perlu CEO, dan lain-lain. Spin off diharap kuartal pertama 2012. Sekarang finalisasi business plan setelah Lebaran akan diskusi dengan Kementerian Perhubungan," tandasnya. (ade)
  • eddy yohanes » 0 Tanggapan
    Kalo citilink nanti jalur operasinya kaya induknya berjubel di rute SUB-JAK spt sekarang sedikit banyak pangsa pasar garuda pasti tergerus oleh citilink jadinya..... jeruk makan jeruk. Bagusnya citilink di[posisikan penerbangan point to point sesuai konsep "city - link" untuk rute diluar jakarta yang belum ada jalur garuda serta citilink kalo gak ya pasti ada perebutan, bahkan migrasi dari garuda ke citilink kemungkinanj besar krn pswt bagus murah lagi. Kalo konsep city-link dipakai maka soal hub dlm operasionalnya tidak membatasi kewilayahan, bisa terjadi dari wilayah timur ke barat tanpa hrs transist di hub, terbang dari SUB-PNK, SUB-PLM kalo pangsanya ada, kenapa tidak ? .
    Beri Tanggapan Laporkan
  • eddy yohanes » 0 Tanggapan
    Kalo citilink nanti jalur operasinya kaya induknya berjubel di rute SUB-JAK spt sekarang sedikit banyak pangsa pasar garuda pasti tergerus oleh citilink jadinya..... jeruk makan jeruk. Bagusnya citilink di[posisikan penerbangan point to point sesuai konsep "city - link" untuk rute diluar jakarta yang belum ada jalur garuda serta citilink kalo gak ya pasti ada perebutan, bahkan migrasi dari garuda ke citilink kemungkinanj besar krn pswt bagus murah lagi. Kalo konsep city-link dipakai maka soal hub dlm operasionalnya tidak membatasi kewilayahan, bisa terjadi dari wilayah timur ke barat tanpa hrs transist di hub, terbang dari SUB-PNK, SUB-PLM kalo pangsanya ada, kenapa tidak ? .
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit