ASEAN Harus Waspadai Asia Timur

Rifa Nadia Nurfuadah - Okezone
Jum'at, 5 Agustus 2011 16:51 wib
Logo ASEAN
Logo ASEAN
JAKARTA - Geliat negara-negara Asia Timur seperti China, Korea, dan Jepang perlu diwaspadai oleh negara-negara ASEAN.

Direktur Kerja Sama ASEAN Kementerian Perdagangan (Kemendag) Imam Pambagyo menyatakan, karena itu, perlu ada pembahasan tersendiri untuk melihat bagaimana peran ASEAN di kawasan Asia Timur.

"Pasalnya, lingkungan di sekitar ASEAN terus berputar dan berkembang. Dan kita tidak bisa tinggal diam. Kita perlu menentukan bagaimana ASEAN menyikapi pertumbuhan di sekitarnya," kata Imam, di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (5/8/2011).

Imam mencontohkan, saat ini Korea, Jepang, dan China tengah membicarakan kemungkinan free trade agreement (FTA) di antara ketiganya. "Padahal, ada hambatan budaya dan sejarah pada ketiga negara ini. Tetapi ketiganya kini muali bersinergi dalam meningkatkan perekonomian mereka," ujarnya.

Agenda Indonesia lainnya seputar ASEAN Economic Community (AEC) dalam ASEAN Economic Minister and Related Meetings (AEM-RM) di Manado, 9-13 Agustus mendatang adalah membicarakan bagaimana implementasi AEC agar tepat waktu, dan peran ASEAN pasca-2015.

"Cetak biru AEC menetapkan pada 2015 kita sudah siap dengan AEC. Yang sejak sekarang juga perlu dipikirkan adalah apa yang akan kita lakukan setelah target itu dicapai," imbuhnya. 

AEM-RM ke-43 ini merupakan pertemuan tengah tahunan para menteri ekonomi ASEAN. Hasil pertemuan akan menjadi masukan bagi kepala negara pada pertemuan di Bali, November mendatang.

Sebagai tuan rumah ASEAN, Indonesia akan mengangkat topik pembangunan ekonomi ASEAN yang inklusif dan merata.

Imam menjelaskan, para peserta AEM-RM tahun ini tidak hanya sepuluh negara anggota ASEAN, tetapi juga delapan negara mitra dialog yakni Amerika Serikat (AS), Jepang, China, Korea Selatan, India, Rusia, Australia, dan Selandia Baru.
 
"Pertemuan ini mewakili 43 persen dari total perdagangan dunia. Ini jumlah yang signifikan dan menjadikan AEM-RM sebuah pertemuan yang sangat krusial," tegasnya. (ade)
TWITTER »
twit