JAKARTA - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) mengaku tidak khawatir akan terjadinya bubble, karena rasio antara produk domestik bruto (PDB) dengan jumlah kredit properti atau KPR di Indonesia masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya.
Hal ini disampaikan Direktur Utama ELTY Hiramsyah S Thaib kala ditemui usai acara Buka Puasa Bersama, di Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Kamis (4/8/2011) malam.
"Ada kekhawatiran dari Bank Indonesia (BI) yang menganggap akan terjadinya bubble, tapi menurut saya itu jauh. Banyak faktor untuk bisa melakukan evaluasi bubble atau tidaknya, seperti rasio antara PDB dengan jumlah kredit properti atau KPR di Indonesia baru 3,5 persen," jelasnya.
Dilanjutkannya, sementara di Amerika serikat (AS) terjadi krisis subprime pada 2008 sehingga hampir 80 persen ratio antara PDB dengan jumlah KPR-nya. Singapura saat ini tercatat hampir 30 persen lebih, dan Indonesia termasuk yang terendah.
"Maka room untuk properti makin besar, kalau ada yang bilang bubble, tidak? Angka indikator masih jauh, dan kedua sekarang makin konservatif. Bank memberikan kredit jauh lebih konservatif, dan yang beli jauh lebih konservatif developer jauh lebih selektif, karena developer bagus-bagus yang lolos dari krisis," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.