JAKARTA - Kasus yang terjadi di Citibank Indonesia hingga berujung pada 'pemecatan' Country Head Of Citibank Indonesa Syariq Mukhtar masih harus menuai cerita panjang. Hingga saat ini, Citibank masih harus menunggu keputusan Bank Indonesia (BI) untuk melakukan penggantian posisi nomor satu tersebut.
Kepastian Tigor M Siahaan sebagai pengganti orang nomor 1 atau City Country Officer (CCO) Citibank Indonesia sekarang masih harus menunggu approval dari Bank Indonesia (BI).
"Saya sebetulnya masih menunggu approval BI secara resminya mungkin setelah itu baru mendapatkan ini (jabatan CCO)," ujar Tigor ketika ditemui wartawan seusai buka bersama di Jakarta, Kamis (4/8/2011) malam.
Adapun, Tigor mengakui bila selama satu bulan ini telah melaksanakan tugas layaknya CCO di Citibank Indonesia. "Secara background sebenarnya saya dari institusional corporate yang berhubungan dengan treasury, investment banking, corporate banking, international dan sebagainya," jelasnya.
Lebih jauh, dia menjelaskan selama menjalani tugas tersebut, Tigor mengaku bertemu dengan banyak orang yang banyak bercerita tentang hal yang menimpa bank yang berpusat di AS ini. Termasuk sanksi-sanksi yang dijatuhkan bank sentral.
"It's very interesting people. Dan selama ini memang banyak hal-hal yang kita tahu, hal-hal yang menimpa kita hal-hal yang terjadi termasuk dengan sanksi yang diberikan BI kepada kita," ucapnya.
"Dan itu sanksi yang berat, sanksi yang cukup panjang dan terus terang waktu itu kita merasa sesuatu yang sangat tidak kita expect. Sesuatu yang kita harus berpikir lagi bagaimana menanggulanginya," tambahnya.
Lebih jauh dia juga mengakui bahwa Citibank memang harus lebih bekerja keras lagi dalam membenahi kinerjanya. Walaupun mendapat sanksi dari bank sentral, Tigor mengaku juga dapat dukungan dari nasabah-nasabah existing dan dari perusahaan perusahaan lain.
"Dalam tiga sampai enam bulan ini kita konsolidasi banyak hal-hal yang harus kita benahi dan banyak hal juga yang harus celebrate banyak landmark yang kita siapkan yang mana kita kerja sama dengan Carrefour," pungkasnya.
(Andina Meryani)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.