Agus Marto Salah Sebut BPS Jadi LPS

Idris Rusadi Putra - Okezone
Rabu, 10 Agustus 2011 11:22 wib
Menteri Keuangan Agus Martowardojo Foto: Tangguh Putra/okezone
Menteri Keuangan Agus Martowardojo Foto: Tangguh Putra/okezone
JAKARTA - Menteri Keuangan Agus Martowardojo sempat 'selip lidah' kala menyebutkan nama Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Kejadian itu terjadi dalam konferensi pers usai penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) pertukaran data ekspor-impor, antara Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Akibat kesalahan sebut itu membuat suasana menjadi sedikit ramai.

"Kita melakukan kerja sama dengan Bank Indonesia, LPS, eh mohon maaf pak, BPS," ujar Agus yang langsung meralat ucapannya.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan MoU yang dilakukan oleh Gubernur BI Darmin Nasution, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, dan Kepala BPS Rusman Heriawan, bertempat di Gedung Syafruddin Prawiranegara Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (10/8/2011).

Dalam penjelasannya Agus menjelaskan, kerja sama antara tiga instansi ini adalah kerja sama untuk koordinasi lebih baik, dengan data yang akurat dan lebih cepat.

"Kita tidak bicara repatriasi, di sini tiga institusi kerja sama untuk koordinasi lebih baik, data dari instansi lebih tepat, akurasi, dan cepat, dan lebih integritas dan bermanfaat untuk tiga instansi ini," jelasnya.

Kerja sama ini juga kata Agus, juga akan memberikan manfaat terkait data kegiatan ekspor impor di seluruh Indonesia, termasuk daerah remote, dan data bisa lebih akurat dan lebih cepat.

"(Kerja sama ini), untuk perbaiki data, khususnya terkait ekspor impor, diharapkan bukan saja NPWP-nya jelas, nilai transaksi nya dan data komoditi lebih cepat, dan akurat, dan dapat digunakan dalam pengambilan keputusan di instansi," pungkasnya.
(and)
TWITTER »
twit