Euro. Foto: Tradertech
ROMA - Menteri Ekonomi Italia Giulio Tremonti mengusulkan untuk mengeluarkan obligasi euro sebagai respon terhadap krisis utang di zona Eropa menjelang pertemuan Prancis- Jerman pekan depan.
Seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/8/2011), usulan tersebut dimaksudkan sebagai solusi dari krisis utang yang melanda zona Eropa. Namun, gagasan tersebut ditolak oleh Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble, yang mengatakan bahwa penerbitan obligasi tersebut justru akan merusak dasar fungsi mata uang tunggal yang melemahkan disiplin fiskal antar negara anggota.
"Saya mengesampingkan obligasi euro selama negara-negara anggota melakukan kebijakan keuangan mereka sendiri, dan kita perlu suku bunga yang berbeda sehingga ada kemungkinan insentif dan sanksi untuk memaksa soliditas fiskal," ungkap Wolfgang Schaeuble.
Sementara itu, Menteri Keuangan Inggris George Osborne menyatakan jika mungkin saja dibutuhkan sebuah serikat fiskal untuk kawasan zona Eropa sebagai solusi terhadap krisis yang melanda zona Eropa.
Seperti diketahui, Italia memiliki beban utang publik tertinggi kedua di zona Eropa yaitu 120 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Krisis sepertinya telah menyebar dari negara-negara kecil seperti Yunani dan Irlandia ke ekonom besar seperti Italia. Sementara itu, Yunani yang tahun lalu menjadi negara Eropa pertama yang mencari pinjaman kembali menegaskan perlunya hal penerbitan hal tersebut. (wdi)