JAKARTA - Pemerintah masih membuka investasi pengembangan atau pembangunan kilang LNG karena ke depannya kebutuhan gas semakin besar dan menjadi prioritas.
Seperti diketahui, saat ini di Indonesia baru ada tiga lokasi kilang Arun, Bontang dan Tangguh. Pemerintah, ke depan telah merencanakan penambahan kilang LNG di Natuna, Donggi-Senoro dan Masela untuk memenuhi kebutuhan gas dalam negeri.
"Tahun 2014 mendatang, akan dibangun kilang LNG berkapasitas 335 mmscfd. Pembangunan kilang ini melengkapi kebutuhan infrastruktur untuk memenuhi pasokan gas alam cair di Jawa dan Sumatera," kata Kementerian ESDM dalam situs resminya di Jakarta, Senin (15/8/2011).
Selain itu, pemerintah sedang membangun tiga terminal penampungan (FSRI) di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Sumatera Utara.
"FSRT ini akan dimanfaatkan untuk menampung pasokan LNG dari Blok Tangguh dan Blok Mahakam Kalimantan serta LNG dari lokasi lain seperti Qatar," lanjutnya.
Sebagai informasi, kilang LNG mengikuti pola hulu atau hilir. Pola hulu umumnya dimiliki KKKS, sedangkan pola hilir dimiliki badan usaha yang sudah memperoleh izin usaha pengolahan gas yang diterbitkan pemerintah. Yang termasuk pola hulu seperti kilang PT Arun di Nanggroe Aceh Darusalam, kilang PT Badak di Kaltim dan Kilang LNG BP Indonesia di Tangguh. Sedangkan kilang yang mengikuti pola hilir adalah kilang PT Senoro Donggi LNG di Sulteng.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.