JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan penurunan utang hingga 10,7 persen pada semester I-2011.
Adapun jumlah utang perseroan pada periode tersebut adalah sebesar Rp22,069 triliun atau turun sebesar Rp2,634 triliun dibanding periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp24,702 triliun.
Demikian disampaikan Direktur Utama Indosat, Harry Sasongko dalam pemaparan kinerja perseroan di Kantor Pusat Indosat, Jakarta, Senin (15/8/2011) malam.
Pengurangan utang ini diperoleh setelah perseroan membayar utang jatuh temponya, diantaranya obligasi Indosat IV sebesar Rp815 miliar, obligasi syariah sebesar syariah sebesar Rp285 miliar, pinjaman sindikasi sebesar USD112,5 juta, cicilan SEK Tranche A,B, dan C sebesar USD22,5 juta, HSBC Coface dan Sinosure sebesar USD10,1 juta, pinjaman komersial sembilan tahun dari HSBC sebesar USD1,4 juta dan pinjaman kredit ekspor sebesar USD3,8 juta.
Utang Jangka Pendek ISAT Rp2,99 T
Sisa utang perseroan sebesar Rp22,069 triliun tersebut terdiri dari utang jangka panjang sebesar Rp19,072 triliun dan utang jangka pendek sebesar Rp2,998 triliun.
Selain itu, perseroan pun mencatatkan free cash flow (FCF) sebesar Rp1,346 triliun atau naik 23,4 persen dibanding pencapaian di periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1,091 triliun.
Sementara itu untuk penggunaan capital expenditure (capex) hingga semester I-2011 ini mencapai Rp2,558 triliun atau turun 16,3 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai Rp3,056 triliun.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.