Eropa Usul Pajak Baru

Kamis, 18 Agustus 2011 07:40 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
PARIS - Presiden Prancis Nicolas Sarkozy dan Kanselir Jerman Angela Merkel akan mengusulkan pajak pada setiap transaksi keuangan Uni Eropa.

Selain itu, keduanya berjanji membuat blok ekonomi Eropa itu sebagai “pemerintahan ekonomi sebenarnya” di kancah global. Guna mendukung upaya tersebut, Sarkozy mengharapkan Herman van Rompuy yang saat ini menjadi Presiden Dewan Eropa, menjadi pimpinan utama zona euro.

Kedua pemimpin negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu juga menyarankan dihentikannya utang di semua negara pengguna mata uang euro.

"Kami berjanji memberikan zona euro perekonomian lebih baik,” kata keduanya seusai bertemu di Paris, Selasa 16 Agustus. Akan tetapi, para ahli mengatakan bahwa janji kedua pimpinan negara maju itu tidak cukup untuk meredakan krisis utang.

Namun, Sarkozy dan Merkel optimistis bahwa saat ini Eropa sedang menuju arah integrasi ekonomi yang diperkuat zona euro. Usulan penerapan pajak transaksi keuangan tersebut ditanggapi beragam oleh kalangan bisnis Eropa. Asosiasi Perbankan Inggris (BBA) meminta, aturan tersebut harus berlaku efektif dan bisa diterapkan di seluruh dunia.

Sementara kalangan bisnis Jerman menilai, usulan penerapan pajak keuangan hanya akan membuang waktu dan memberikan tekanan kepada pelaku bisnis. Jika pajak tersebut diterapkan di Eropa, kalangan perbankan Jerman khawatir memicu terjadinya migrasi ke pusat keuangan dunia lainnya di luar Eropa.

Meski pembicaraan mengenai usulan pemerintahan ekonomi itu berlangsung sukses, Merkel dan Sarkozy tidak mendukung gagasan penerbitan euro bonds untuk menambah utang dari 17 negara anggota zona euro. Mereka menekankan bahwa dana bailout sebesar 440 miliar euro sudah lebih dari cukup.

Sebaliknya, kedua pemimpin Eropa itu mengatakan bahwa negara-negara anggota akan melakukan standar fiskal yang lebih kuat dan ketat, serta akan dikontrol guna berada pada tempatnya. Sarkozy mengatakan, semua anggota zona euro harus mengadopsi undang-undang baru pada pertengahan 2012 agar pemerintah membuat anggaran berimbang, seperti Jerman yang menerapkan model konstitusi.

Sarkozy optimistis dengan prospek ekonomi zona euro dan dunia lainnya, sedangkan Merkel mengaku sama sekali tidak pesimistis mengenai prospek pertumbuhan. “Menteri Keuangan Jerman dan Prancis akan menempatkan posisi bersama untuk pajak transaksi keuangan di meja lembaga Eropa mulai September mendatang,” kata Sarkozy.

Sebelumnya, pertemuan tersebut kurang mendapatkan respons dari pelaku pasar keuangan Eropa karena diprediksi tidak akan menghasilkan substansi yang jelas. Sejumlah ekonom tidak mempercayai janji yang dibuat Sarkozy dan Merkel setelah keduanya tidak mau mempertimbangkan euro bonds ataupun dana stabilitas tambahan.

Padahal, kalangan ekonom Eropa berpendapat dana talangan tidak cukup untuk menyelamatkan negara seperti Italia atau Spanyol,karena kedua negara tersebut dianggap sebagai negara yang paling berisiko dan membutuhkan bantuan. Ekonom dari lembaga think tank Re-Define Sony Kapoor mengungkapkan, pertemuan Prancis dan Jerman belum menghasilkan sesuatu yang baru atau berguna.

Menurutnya, harus ada upaya untuk melihat bagaimana amandemen anggaran berimbang ataupun pajak transaksi keuangan dalam mengatasi krisis euro. "Ini perlu untuk membantu merangsang pertumbuhan atau memperkuat sistem perbankan Uni Eropa yang lemah,” ujarnya.

Dia menambahkan, apa yang diusulkan dewan zona euro dapat dilihat sebagai langkah integrasi fiskal yang bisa membuka jalan untuk euro bonds.

Analis obligasi Natixis Rene Defossez mengatakan, hal yang bisa meredakan krisis adalah menciptakan pasar untuk euro bonds. Dengan cara itu, pasar kemudian akan berpikir dua kali jika mereka akan menyerang dengan utang ke sebuah negara. Sekadar informasi, pertumbuhan ekonomi Prancis dan Jerman sedang mengalami kemandekan dengan hanya tumbuh stagnan pada kuartal II-2011.

Jerman bahkan harus rela pertumbuhannya turun tajam pada kuartal kedua dengan kenaikan hanya 0,1 persen, jauh di bawah kinerja kuartal I yang mencapai 1,3 persen. Sementara itu, Uni Eropa menyatakan pertumbuhan zona euro secara keseluruhan melambat menjadi hanya 0,2 persen pada kuartal II, turun dibandingkan kuartal sebelumnya 0,8 persen.

Sebelumnya, pemimpin Prancis berjanji mengurangi defisit publik di bawah tiga persen dari produk domestik bruto (PDB) maksimum Uni Eropa pada 2013 mendatang. Langkah tersebut mengikuti negara-negara lain yang terkena krisis utang seperti Yunani, Irlandia, Portugal, Spanyol, dan Italia.

Di bagian lain, Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero menyambut baik pertemuan Sarkozy dan Merkel. Dia mengatakan bahwa hal tersebut merupakan langkah maju yang penting bagi persatuan ekonomi zona euro. (yanto kusdiantono/chindya citra) (Koran SI/Koran SI/ade)
TWITTER »
twit