Menteri BUMN : PPA Bakal Suntik Industri Kapal Indonesia Rp491 M

Yuni Astutik - Okezone
Kamis, 18 Agustus 2011 14:06 wib
Menteri BUMN Mustafa Abubakar
Menteri BUMN Mustafa Abubakar
JAKARTA - Menteri BUMN Mustafa Abubakar menyatakan akan ada suntikan dana sekira Rp491,36 miliar lebih yang dibagi dalam dua tahap untuk membantu PT Industri Kapal Indonesia (IKI) agar bisa beroperasi kembali.

"Restrukturisasi PT IKI ada dua tahap. Yang pertama bantuan dana sekira Rp191,36 miliar dan tahap kedua sekira Rp300 miliar," ungkapnya saat ditemui di Kantor kementerian BUMN, Jalan Merdeka Selatan Jakarta (18/8/2011).

Dikatakannya, tahap pertama tersebut diharapkan untuk membantu PT IKI agar bisa beroperasi kembali. Di mana seperti diketahui, ada 31 buah kapal PT IKI yang tidak beroperasi.

"Tahap satu untuk membantu PT IKI beroperasi kembali. Termasuk memindahkan 31 kapal yang saat ini tidak beroperasi. Kapal Minijaya 14 buah di perairan dan 17 yang lain di darat. Kapal-kapal ini yang nantinya akan dihimpun," terangnya.

"Intinya yang taap pertama 55 persen untuk reparasi, dan 45 persen untuk kapal baru," imbuhnya.

Dia mengatakan, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sudah menyatakan setuju untuk membantu PT IKI memberikan suntikan pendanaan tersebut. Dan dipastikan PT IKI akan segera beroperasi setelah semua itu disetujui.

"PPA bersedia untuk revitalisasi. Dan komite restrukturisasi dan revitalisasi sudah memberi persetujuan untuk diusulkan ke kementerian keuangan. Langsung akan operasi jika ini diturunkan," terangnya.

Lebih jauh Mustafa menjelaskan, jika dana tersebut merupakan dana langsung dari PPA diluar Penyertaan Modal Negara (PMN). "Dana langsung dari PPA ke PT IKI itu di luar PMN. Kita rasa PT IKI sanggup untuk berdiri sendiri. Mudah-mudahan tahun ini bisa dicairkan,"imbuhnya.

Seperti diketahui sebelumnya, Direktur Utama PPA, Boyke Mukijat memang menyatakan akan
terus mendukung PT IK agar bisa terus beroperasi. "Kita akan support terus PT IKI," tandas Boyke. (wdi)
  • Paksi Pramatya Ridwan » 0 Tanggapan
    Boleh saja pak menteri berambisi menghidupkan/menggairahkan kembali PT.IKI. Ambisi yang juga selayaknya hidup di hati warga negara indonesia mengingat negara ini adalah negara maritim. Hanya sudahkah ditelaah apakah penyuntikan dana akan efektif. Pak menteri, tahukah anda beberapa BUMN perkapalan goyah posisinya bukan hanya karena ketatnya persaingan industri ini, akan tetapi juga karena Mentalitas pengelolanya yang perlu sangat-sangat untuk diluruskan. Ada BUMN perkapalan di Jakarta yang tak ubahnya seperti kayu dengan rayap didalamnya, dimana keruntuhannya akibat ulah pengelolanya. Sekali-sekali kirimkan tim silent investigator ke kesana u/ jangka waktu yang lama, anda akan tahu kerusakannya. Dari mulai tukang sapu hingga pengede2x diatasnya menjadikan BUMN tersebut sebagai kuda tunggangan meraih materi padahal mereka sdh digaji oleh negara. Bagaimana Dock Apung yg patah tenggelam kemudian di jadikan lahan mencari keuntungan hingga menghabiskan milyaran rupiah dlm usaha mengapungkan yg menghabiskan waktu berbulan-bulan & tak berhasil. Lalu dijual ke Pedagang besi tua, dan bisa diapungkan dalam waktu yg relatif pendek hanya dengan tehnologi balon dg prakiraan (saya) bea pengapungannya kurang dr Rp. 250jt. Tahukah anda bahwa sebenarnya tehnologi ini sdh pernah di sampaikan diawal rencana pengapungan saat baru tenggelam. Berapa Milyard kerugian gara nedr hilangnya aset negara dr dibesi tuakannya dock apung tsb. Keruwetan lainnya adalah adanya permintaan imbalan agar pekerjaan yg diajukan subcont bisa lancar atau subcont lancar dalam meminta pembayaran atas pekerjaan yg dilakukannya. Permintaan imbalan (yg memang tidak secara terang-terangan dilakukan) ini terjadi mulai dari satpam hingga general manager. sedang yg tidak punya kuasa meminta uang (spt tk sapu) caranya adalah mencuri besi tua. Banyak hal lain yg klo diungkap akan sangat memalukan. Anda tak percaya? kontak email saya - nanti akan saya tunjukkan bukti nyatanya
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit