Christine Lagarde
WYOMING - Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mendesak para pembuat kebijakan Amerika Serikat (AS) agar mengambil langkah-langkah lebih agresif untuk merangsang ekonomi dan mengurangi krisis perumahan.
Lagarde, yang berbicara pada konferensi ekonomi di Jackson Hole kemarin, mengatakan, AS harus memiliki rencana yang kredibel untuk mengontrol utang pemerintah di masa depan, tetapi tetap mendorong penguatan ekonomi sekarang. Jika perekonomian mandeg, katanya, rencana memotong pengeluaran pemerintah di masa depan akan kehilangan kredibilitas.
"Siapa yang akan percaya bahwa komitmen untuk memotong pengeluaran bisa bertahan dalam stagnasi panjang dengan pengangguran yang berkepanjangan dan ketidakpuasan sosial?" kata Lagarde seperti dikutip dari AP, Minggu (28/8/2011).
Komentar Lagarde merupakan reaksi atas pidato Ketua Federal Reserve Ben Bernanke, yang tidak mengumumkan setiap langkah lebih lanjut untuk memulihkan ekonomi Negara Paman Sam tersebut. Ketika itu Bernanke berjanji, Fed akan mendiskusikan pilihan-pilihan tersebut pada pertemuan kebijakan bulan depan.
Salah satu langkah tidak konvensional yang ditawarkan Bernanke adalah, Fed akan membeli obligasi putaran ketiga. Kebijakan ini dikenal sebagai "pelonggaran kuantitatif," dan dirancang untuk membantu perekonomian dengan menurunkan suku bunga jangka panjang.
Lagarde juga mendorong para pembuat kebijakan AS untuk menghentikan "spiral penyitaan, kejatuhan harga rumah, dan pengeluaran rumah tangga yang memburuk." Menurutnya, pemerintah AS bisa bergerak lebih agresif untuk mengurangi jumlah utang hipotek.
"Pemerintah bisa membantu pemilik rumah mengambil keuntungan super rendah dari tingkat hipotek untuk membiayai kembali rumah mereka dan mengurangi pembayaran bulanan mereka," katanya.
Selain itu, menurut Lagarde, investor swasta atau pemerintah harus mengisi modal bank untuk menghadapi potensi kerugian jika negara-negara Eropa yang sakit seperti Yunani, Italia, dan Portugal tidak dapat memenuhi pembayaran utang pemerintah.
Wanita yang menggantikan Dominique Strauss-Kahn sebagai managing director IMF sejak Juli lalu itu pun mendesak bank sentral seluruh dunia untuk mempertahankan suku bunga rendah dan mempertimbangkan langkah-langkah "tidak konvensional" jika mereka dibutuhkan untuk melindungi pemulihan global yang rapuh.
"Risiko downside ke perekonomian global meningkat. Risiko ini diperburuk lebih lanjut oleh penurunan kepercayaan diri dan rasa yang berkembang bahwa pembuat kebijakan tidak memiliki keyakinan, atau hanya tidak bersedia, untuk mengambil keputusan yang diperlukan," tandasnya. (wdi)