Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

RI Tak Terbukti Melakukan Dumping Canned Pineapple

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Kamis, 08 September 2011 |19:34 WIB
RI Tak Terbukti Melakukan <i>Dumping Canned Pineapple</i>
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Otoritas Anti Dumping Australia (ACS) mengeluarkan public notice yang memerintahkan penghentian penyelidikan terhadap canned pineapple asal Indonesia, karena tidak terbukti melakukan dumping.

Penyelidikan antidumping terhadap produk canned pineapple ini dimulai pada 15 April 2011 atas permintaan yang diajukan perusahaan setempat Golden Circle. Produk yang dituduh dumping tergolong dalam HS. 2008.20.00; 2008.20.00/27 dan 2008.20.00/28 yaitu canned pineapple, baik untuk konsumen maupun untuk industri.

"Selain Indonesia, Thailand sebagai salah satu penghasil nanas terbesar di dunia juga terkena tuduhan dumping ini," ungkap Kementerian Perdagangan dalam siaran pers yang diterima okezone di Jakarta, Kamis (8/9/2011).

Menindaklanjuti tuduhan dumping Australia ini, Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Pengamanan Perdagangan (DPP) telah berkoodinasi dengan perusahaan tertuduh, dan menyatakan petisi yang disampaikan tidak didukung oleh bukti yang kuat terutama terkait dengan kerugian (injury).

"Penentuan normal value tidak sesuai dengan ketentuan World Trade Organization (WTO), dan kerugian industri dalam negeri lebih banyak disebabkan oleh faktor internal," tulis keterangan pers tersebut.

Menanggapi hal ini, Direktur Pengamanan Perdagangan Ernawati mengatakan, penghentian penyelidikan dumping ini maka pasar Indonesia dapat lebih ekspansif. maka kesempatan untuk mengisi dan merebut pasar ekspor produk canned pineapple di Australia terbuka kembali bagi perusahaan/eksportir Indonesia,” tutur dia.

Sekedar informasi, data comtrade menunjukkan, nilai ekspor Indonesia ke Australia pada 2008 tercatat sebesar USD1,48 juta, pada 2009 sebesar USD1,16 juta dan pada 2010 sebesar USD2,11 juta. Sementara, pangsa pasar produk nanas Indonesia di Australia pada 2010 sebesar 13,34 persen.

Selama tiga tahun terakhir pangsa Indonesia masih berada di posisi ketiga di bawah Thailand dan Philipina di mana pada 2010 pangsa pasar Thailand di Australia sebesar 62,66 persen, diikuti oleh Filipina sebesar 20,32 persen. Adapun negara tujuan utama ekspor nanas Indonesia selain Australia adalah Amerika, Belanda dan Argentina. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement