>

Berita Berkualitas, Kunci Sukses MNC

|

Martin Bagya Kertiyasa - Okezone

Logo MNC. Dok MNC

Berita Berkualitas, Kunci Sukses MNC
JAKARTA - PT Media Nusantara Citra Tbk (MNCN), menjadi satu-satunya perusahaan berbasis media yang masuk dalam 10 perusahaan yang mengalami pertumbuhan tercepat. Memang apa sih kunci MNC bisa masuk pada jajaran tersebut?

Pimpinan Biro Konsultan Strategi Pemasaran Arrbey, Handito Joewono menyebutkan untuk perusahaan berbasis media, memang dana yang didapat berasal dari iklan. Tapi jangan salah terka, Handito bilang, perusahaan berbasis media dapat tumbuh dengan cepat karena adanya hubungan yang terjalin baik dengan pelanggan alias konsumen (pembaca, penonton, dll).

Dengan demikian, Handito mengisyaratkan jika kualitas (reputasi) dari media itu yang menyebabkan perusahaan lain mau beriklan. Artinya, jika bicara media, maka berita berkualitas yang membuat ada iklan di media tersebut.

"Untuk produk industri perusahaan seperti itu (berbasis media) bukan hanya Business to Business (B-to-B), tapi juga Business To Consumer (B-To-C). Jadi, hubungan baik dengan pelanggan menjadi penting ketimbang iklan," tutur Handito kepada okezone dalam pembicaraanya via pesawat telephon di Jakarta, Rabu (14/9/2011).

Seperti terungkap dalam Fortune Indonesia 50 Fastest-Growing Companies, yang dilansir dari Fortune, Jakarta, Rabu (14/9/2011). Dalam hasil penelitiannya tersebut,  Media Nusantra Citra tercatat sebagai satu-satunya perusahaan berbasis media yang sanggup menembus posisi 10 besar.

Berada pada posisi 10, tingginya pendapatan dari iklan, menjadi salah satu faktor yang mendorong perusahaan yang dinahkodai Hary Tanoesoedibjo bisa berada dalam posisi ini. Sebagai catatan, laba bersih MNC melejit ke angka Rp730,218 miliar dengan pertumbuhan rata-rata laba bersih mencapai 112,1 persen. Tercatat pendapatan MNC mencapai Rp4,485 triliun dengan pertumbuhan 11,3 persen dan total imbal hasil 144 persen.

Menurut Fortune, spesifikasi perusahaan yang dapat dikategorikan menjadi perusahaan maju salah satunya adalah berani mengambil langkah terbuka kepada publik, artinya, saham perusahaan tersebut telah diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tak hanya sudah melantai, perusahaan tersebut harus tercatat sejak tahun 2007 dan diperdagangkan secara berkelanjutan minimal 75 persen dari jumlah perdagangan di bursa sejak tiga tahun terakhir. Limit ini ditentukan dengan kriteria saham yang tidak ditransaksikan dalam waktu lima hari dalam sebulan, dan atau tiga bulan dalam setahun masuk dalam kategori saham tidur. (mrt)
(rhs)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pertamina-BUMN Migas Angola Sepakat Kembangkan Bisnis