JAKARTA – Bank Pembangunan Asia (Asia Development Bank/ADB) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia tahun ini dan tahun depan sebagai dampak menurunnya kinerja ekspor.
Pada awal tahun, ADB memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Asia pada tahun ini berpotensi menembus level 7,8 persen. Melambatnya pertumbuhan ekonomi dunia mendorong ADB merevisi proyeksi tersebut dan diturunkan menjadi 7,5 persen. Hal serupa juga dilakukan ADB untuk proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia di tahun 2012. Semula, ADB memproyeksikan, ekonomi di negara-negara kawasan Asia tumbuh 7,7 persen. Namun, proyeksi tersebut direvisi menurun ke level 7,5 persen.
Krisis financial dan krisis utang yang melanda Amerika Serikat (AS) dan negara-negara di kawasan Eropa, berdampak negative pada negara di kawasan Asia. “Pada kesempatan yang sama, tingginya permintaan konsumsi domestik dan meluasnya perdagangan di regional bisa membantu pertumbuhan ke level yang solid,” ungkap Kepala Ekonom ADB Changyong Rhee melalui siaran persnya di Jakarta.
Kenaikan harga sejumlah komoditas juga dinilai menjadi ancaman bagi beberapa negara di Asia. Hal ini berpotensi memicu tekanan inflasi yang diprediksi mencapai 5,8 persen pada tahun ini, atau meningkat dari proyeksi awal sebesar 5,3 persen.
Sementara, negara-negara di kawasan Asia Timur masih menjadi kunci pertumbuhan Asia, dengan proyeksi pertumbuhan sekitar 8,1 persen tahun ini, dan sedikit lebih rendah dari prediksi sebelumnya di level 8,4 persen. Hal ini dipicu adanya penurunan perdagangan China.
Pertumbuhan ekonomi di Asia Selatan juga diperkirakan melambat pada tahun ini, lantaran beberapa negara masih berjuang mengendalikan inflasi. Tahun depan, pertumbuhan berpotensi lebih tinggi dan dipimpin oleh India.
Sedangkan proyeksi pertumbuhan untuk kawasan Asia Tenggara dan Asia Tengah juga melambat, masing-masing di kisaran 5,4 persen dan 6,1 persen pada tahun ini. “Produksi minyak yang bermasalah di Azerbaijan menjadi pemberat pertumbuhan ekonomi Asia keseluruhan,” kata Changyong. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.