Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hari ini, Rupiah Akan Unjuk Gigi

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Kamis, 15 September 2011 |08:03 WIB
Hari ini, Rupiah Akan Unjuk Gigi
Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone
A
A
A

JAKARTA - Sempat terpangkas hingga level Rp8.955 per USD dalam perdagangan kemarin, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksikan akan unjuk gigi kali ini, seiring dengan adanya intervensi yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI).

Analis valuta Asing (Valas) Yohanes Ginting menuturkan, pelemahan yang cukup dalam ini diluar dugaan, sehingga BI pun harus turun tangan untuk mengantisipasi. Ini dimaksudkan, agar rupiah tidak akan dibiarkan melemah terlalu tajam.

"Saya rasa dengan BI masuk pasar akan menghambat laju rupiah agar tetap stabil. Kita tahu apabila rupiah terlalu menguat, BI pun akan menjaga rupiah agar jangan sampai terlalu menguat, dan begitu pula sebaliknya," ungkap Yohanes kepada okezone di Jakarta, Kamis (15/9/2011).

Sehingga, lanjut dia, rupiah dapat kembali ke level Rp8.700."Diprediksikan rupiah akan diperdagangkan pada kisaran Rp8.720-Rp8.900 per USD," tambahnya.

Selain itu, adanya indikasi bahwa BI akan menurukan suku bunga yang tentunya akan berimbas negatif bagi nilai tukar rupiah. "Inflasi yang melambat dan pertumbuhan perekonomian yang diluar target, membuat harus dilakukannya stimulus terhadap hal itu," pungkansya.

Seperti diketahui, Mengutip yahoofinance, rupiah pada Rabu (14/9/2011) menurun 212,5 poin dan diperdagangkan di level Rp8.955, dengan kisaran harga Rp8.697-9.110 per USD. Sementara, Kurs tengah Bank Indonesia (BI), mencatat rupiah diperdagangkan pada Rp8.730 per USD, melemah setelah sebelumnya berada pada Rp8.622 per USD. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement