Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Produksi Alat Berat RI Masih Terbatas

Sandra Karina , Jurnalis-Kamis, 15 September 2011 |18:24 WIB
Produksi Alat Berat RI Masih Terbatas
Ilustrasi: Kalkulator
A
A
A

JAKARTA - Asosiasi Industri Alat Berat Indonesia (Hinabi) mengatakan, industri alat berat di dalam negeri baru mampu memproduksi model-model umum.

"Untuk spec-spec tertentu. Kita belum  bisa produksi. Kita masih terbatas popular model, umumnya ukuran 10-40 ton. Sisanya, beberapa spec variatif,” kata Ketua Hinabi Pratjojo Dewo di Jakarta, Kamis (15/9/2011).

Pratjojo menambahkan, produksi alat berat nasional di 2009 adalah 1.800 unit dengan permintaan 7.000 unit, di 2010 permintaan 4.800 unit dengan permintaan 12 ribu unit, dan pada tahun ini produksi diperkirakan akan mencapai 7.000 unit dan permintaan 15 ribu unit.

Di sisi lain, Presiden Direktur Sumitomo SHI Construction Machinery Japan Mikio Ide mengatakan, hingga saat ini, produksi Sumitomo dari dua pabriknya di Jepang dan China adalah sebanyak 160 ribu unit.

“Pabrik Sumitomo di Indonesia merupakan fasilitas produksi kami yang ketiga. Pabrik ini diharapkan bisa memasok kebutuhan alat berat di dalam negeri. Menyasar sektor infrastruktur, konstruksi, dan pertambangan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Selain itu, juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan di Asean,” kata Mikio.

Serapan alat berat di Indonesia, kata dia, mewakili sekitar 50 persen pasar alat berat di Asean. “Dengan potensi pertumbuhan ekonomi yang tinggi, Indonesia bisa menjadi pasar utama. Tahun ini, pabrik ini ditargetkan bisa memproduksi 500 unit, dari kapasitas terpasang 1.000 unit per tahun,” tutup Mikio Ide.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement