Ilustrasi
SINGAPURA - Saham-saham Asia merosot di Senin (19/9/2011) pagi seiring kekacauan ekonomi Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran bahwa Eropa tidak akan mampu memiliki rencana untuk mencegah Yunani dari default utangnya.
Harga minyak jatuh ke bawah USD87 per barel sebagai seiring kekhawatiran investor tentang krisis utang Eropa yang dipicu penguatan dolar AS. Indeks Hang Seng Hong Kong jatuh 2,4 persen ke 18.981,14. Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,9 persen pada 1.823,67. Indeks S&P ASX 200 Australia juga jatuh 1,8 persen menjadi 4.075,60.
Selain itu, benchmark di Singapura, Taiwan, Indonesia dan Selandia Baru, juga lebih rendah. Sementara, pasar keuangan Jepang tutup hari ini untuk hari libur nasional. Demikian seperti dikutip dari situs Associated Press (AP), Senin (19/9/2011).
Kebingungan tentang ekonomi AS adalah salah satu alasan rata-rata indeks Dow Jones berada dalam ketidakpastian, sejak puncak krisis keuangan 2008 lalu. Dow naik atau turun lebih dari 100 poin sebanyak 16 kali pada Agustus, kondisi ini terjadi tiap dua atau tiga hari perdagangan.
Pada tengah bulan, penurunan bahkan terjadi hingga lebih dari 400 poin selama empat hari berturut-turut, kondisi yang yang pertama kali terjadi dalam 115 tahun sejarahnya. Sejak berada pada titik tertinggi pada April, indeks Dow telah jatuh hampir 11 persen.
Perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange mencatat benchmark minyak untuk pengiriman Oktober turun USD1,21 menjadi USD86,75. Sementara, minyak mentah turun USD1,44 dan menetap di USD87,96 pada perdagangan Jumat lalu. Di London, minyak mentah Brent untuk pengiriman November turun 50 sen pada USD111,72 di bursa ICE Futures. Transaksi pasar mata uang merekam penurunan euro di USD1,3664 dari USD1,3791 di New York. Sementara, dolar stabil terhadap yen di 76,87 yen per dolar. (wdi)