JAKARTA - Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) meminta semua pihak tidak panik dengan tidak melakukan aksi jual. Karena hal itu akan memperburuk kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Ketua Bapepam-LK, Nurhaida menyebutkan, jika dibandingkan year on year dengan bursa di negara lain, pelemahan yang terjadi di IHSG, relatif lebih rendah yakni 7,41 persen saja.
Beberapa indeks disejumlah negara jauh lebih terpuruk. Sebut saja, indeks United Kingdom (UK) yang minus 10,3 persen, Shanghai minus 12,06 persen, Korea minus 12,37 persen, Singapura minus 13,5 persen, Nikkei minus 16,56 persen, Hong Kong minus 21,26 persen.
"Tolong jangan hanya dilihat pelamahan yang terjadi hari ini saja," ungkap Nurhaida kala ditemui di kantornya, di Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (22/9/2011).
Nurhaida melanjutkan, Bapepam-LK bersama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau perkembangan IHSG. Langkah tersebut untuk mengambil antisipasi kemungkinan yang lebih buruk terjadi pada perdagangan kemarin. "Kami sedang melakukan pengamatan lebih cermat atas kondisi indeks yang terjadi pada hari ini," tutur dia.
Dia menjelaskan, BEI memang telah memiliki standar operasional prosedur (SOP) menghadapi kondisi penurunan indeks, di antaranya dengan melakukan suspensi. Namun, Nurhaida menegaskan, jika BEI hendak melakukan suspensi, harus terlebih dahulu berkomunikasi dengan Bapepam-LK.
Selain itu, Bapepam-LK juga tengah membahas Protokol Manajemen Krisis (Crisis Management Protocol/CMP). Hal tersebut untuk mengantisipasi kejatuhan pasar saham domestik jilid kedua setelah terjadi pada 2008. Diprotokol tersebut, telah ada berbagai kondisi yang mungkin terjadi serta penanggulangannya.
"Mulai dari tahapan normal, pra krisis hingga krisis. Untuk mencegah kepanikan. Kami tidak menginformasikan kepada publik status yang berlaku. Yang jelas kami terus memantau perkembangan pasar," tutur dia. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.