Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Negara-negara Eropa tidak akan membiarkan Yunani mengalami gagal bayar (default). Meski begitu, bisa saja Yunani di depak setelah penyelamatan dilakukan.
Pengamat Ekonomi Toni Prasetyantoko menilai dalam jangka pendek, pasar mungkin sedikit bingung dengan apa yang akan dilakukan Eropa jika Yunani mengalami gagal bayar.
"Jadi investor panik dan berimbas juga ke pasar regional khususnya Indonesia," ungkap dia dalam diskusi Peraturan Bank Indonesia (PBI) Arus Devisa Ekspor, dalam rangka 1st Anniversary MNC Business, di Gedung BI, Jakarta, Selasa (27/9/2011).
Dia melanjutkan, negara-negara besar seperti Spanyol dan negara-negara di Eropa lainnya akan menyelamatkan Yunani dari gagal bayar.
"Italia pasti akan menyelamatkan Yunani. Setelah itu, ke depan Yunani mungkin akan dikeluarkan dari zona Euro, karena secara perekonomian level Yunani dan negara-negara Eropa berbeda. Jadi skenario ini menurut saya masuk akal," lanjut dia.
Selain itu, rencana Amerika Serikat (AS) menaikkan pajak bagi orang kaya merupakan skenario yang menurutnya bisa dilakukan. "China juga diramalkan akan memborong obligasi Yunani untuk menyelamatkannya," tambah pakar Ekonomi UGM ini.
Hal yang sama juga terjadi pada fluktuasi pergerakan rupiah saat ini. "Rupiah menurut saya akan kembali stabil di Rp8.700-Rp8.900 per USD fluktuasi ini hanya sementara saja, karena orang belum melihat saja skema-skema penyelamatan keuangan dunia," tutupnya. (mrt) (rhs)