Foto: Reuters
WASHINGTON - Regulator pasar modal Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan untuk mengubah aturan untuk penghentian perdagangan yang memicu pertukaran besar-besaran di pasar saham.
Komisi Sekuritas dan Bursa atau Securities Exchange Commision (SEC) atau Bapepam AS mengusulkan perubahan yang diberi nama pemutus sirkuit untuk komentar publik ini.
Perubahan tersebut nantinya sebagai ukuran yang secara otomatis menghentikan perdagangan jika pasar turun dengan persentase tertentu.
Pihak Bapepam AS (SEC) sendiri menginginkan penurunan pasar yang lebih kecil sehingga tidak memicu dan mempersingkat penghentian perdagangan tersebut. Demikian dikutip dari Associated Press (AP), Rabu (28/9/2011).
Sebagai ilustrasi, pada Mei 2010, "kecelakaan flash" tidak memicu pemutus sirkuit yang dimiliki SEC, yang diaktifkan hanya sekali sejak didirikan pada 1988.
Pemutus sirkuit ini dimaksudkan untuk memaksa pedagang bisa rehat dan kembali fokus pada berita ekonomi dan korporasi, alih-alih mengkhawatirkan pasar yang menukik tajam.
Para pelaku pasar ini tidak bisa mencegah orang dari kerugian, namun mereka bertujuan menjaga pasar dari panic selling dalam skala besar pada satu hari sebagai efek bola salju gejolak pasar.
Saat ini, pasar menghentikan perdagangan jika indeks Dow Jones tumbang 10, 20, atau 30 persen. Sistem baru ini akan memberikan informasi jika terjadi penurunan nilai tujuh persen dalam indeks saham Standard & Poor 500. Penghentian juga akan diperpendek menjadi 15 menit dari 30 menit, per satu jam, atau dua jam.
Dengan demikian, SEC akan mengadopsi peraturan lama perdagangan untuk menutup pasar saham dan pasar berjangka. Indeks akan ditutup jika bursa S&P 500 anjlok sekira tujuh persen.
New York Stock Exchange, Nasdaq Stock Market Inc, dan bursa AS lainnya meminta perubahan, dan SEC menempatkan mereka keluar untuk periode komentar selama 21 hari kerja, serta dapat menyetujui mereka setelah periode tersebut berakhir.
Aturan yang berlaku di pasar saat ini didirikan oleh NYSE pada 1988 dalam menanggapi terjunnya pasar saham pada Oktober 1987. Pada 1997, krisis ekonomi di Asia memicu gelombang penjualan berat dan menyebabkan pasar 'tersandung'.
Ketua SEC Mary Schapiro menyatakan, seiring dengan langkah-langkah lain yang diberlakukan dalam menanggapi "kecelakaan flash" 6 Mei 2010 lalu, perubahan yang diajukan dirancang untuk mengurangi volatilitas yang luar biasa di pasar.
Perubahan lain mencakup aturan baru merinci kapan dan pada harga berapa, perdagangan saham yang keliru harus dibatalkan.
"Hampir 21 ribu perdagangan dibatalkan dalam beberapa hari setelah pasar saham terjun 2010 lalu karena dianggap keliru dalam pertukaran mereka, dan investor ritel banyak terpengaruh," imbuhnya.
Regulator telah menentukan, kejadian tersebut berlangsung ketika sebuah perusahaan investasi dan perdagangan melaksanakan program penjualan terkomputerisasi dalam pasar yang sudah stres.
Satu perdagangan oleh perusahaan senilai USD4,1 miliar memicu suatu rantai peristiwa yang berakhir dengan investor menarik cepat uang mereka dari pasar saham.
SEC juga telah mengusulkan membangun apa yang disebut "batas atas-batas bawah" aturan untuk saham individu yang akan menghalangi setiap transaksi di luar batas-batas harga yang ditentukan. Mereka membatasi kenaikan atau turun harga saham dalam suatu hari tertentu. (ade)