JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, sebanyak 99 persen dari 55 ribu unit usaha batik dijalankan usaha kecil dan menengah (UKM).
"Saya lihat peluang tingkat lebih tinggi. Dari sisi ekonomi rakyat pengembangan UMKM dari 55 ribu unit usaha batik 99 persen dijalankan UKM," kata SBY, saat sambutan peresmian pameran batik terbesar sedunia, di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu (28/9/2011).
Dia menambahkan, perkembangan penjualan dari industri ekonomi kreatif ini di 2006 berjumlah Rp2,5 triliun, dan di 2010 berjumlah Rp3,9 triliun. Sementara untuk ekspor sebesar USD14,3 juta menjadi USD22,3 juta atau meningkat 56 persen," paparnya.
"Aspek lingkungan untuk kesadaran kita, industri batik limbah bahan pewarna masalah lingkungan tindakan tepat cegah dan atasinya," katanya.
Di sisi lain, SBY memperingatkan agar masyarakat dapat melestarikan warisan budaya Indonesia.
"Kita bangsa dan bersyukur ketika wayang, keris, batik dan angklung, ditetapkan warisan budaya. Pasti kita bersyukur dan bangga kewajiban kita lebih dari itu. Kita patut bersyukur. Khusus batik kita melestarikan dan melindungi transformasi keahlian dalam berbagai dimensi, majukan," imbau SBY.
Mengembangkan batik, lanjutnya, diletakkan menjadi warisan budaya yang tak benda. Dirinya melihat empat aspek kembangkan sentuh dan kelola dengan baik.
"Aspek ekonomi, lingkungan letakkan batik sarana informasi kerangka bangun persahabatan negara sahabat intelektual dan industri pemerintah ke depan makin kolaborasi dan sinergi kembangkan batik jangan jadikan melestarikan melindungi jangan jadi beban dan masalah. Jadi peluang dan bawa manfaat dan keuntungan besar," imbuhnya.
SBY mengatakan bahwa semua sependapat batik indah dan jadi indentitas budaya. "Kita syukuri dan tetapkan," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.