Logo Monex Investindo Futures
Bagaimana pergerakan harga emas untuk minggu depan? Dan bagaimana prospeknya, naik atau turun?
Oleh :
Abdul Wahib
pemula@live.com
Jawaban:
Harga emas mendapatkan tekanan jual belakangan ini. Setelah menyentuh level tertingginya tahun ini di area USD1.920,85 per troy ons pada 6 September. Lepas dari periode tersebut, harga emas tidak bisa lagi mencapai level tersebut dan terus melorot bahkan hingga menyentuh area USD1.532 per troy ons.
Ada beberapa faktor yang mendorong penurunan emas akhir-akhir ini di antaranya:
1. Kekhawatiran pelaku pasar akan krisis utang Eropa akan menjadi krisis keuangan global seperti di 2008.
2. Harga emas yang dinilai sudah cukup tinggi untuk tahun ini. Dengan kenaikan dari penutupan 2010 (USD1.412,35) hingga ke level tertinggi 2011 (USD1920,85) sudah mencapai 36 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya sekira 29 persen.
3. Kenaikan collateral margin di bursa CME (Chicago Mercantile Exchange) untuk perdagangan emas sebesar 21 persen yang diberlakukan setelah penutupan perdagangan 26 September 2011, membuat para pedagang melakukan reposisi sehingga menambah tekanan jual ke harga emas.
Harga emas melorot tajam selama tiga hari perdagangan terakhir (Kamis, Jumat, Senin) dengan penurunan total sekira USD250 per troy ons.
Biasanya, setelah penurunan tajam, harga akan melakukan konsolidasi namun belum menghilangkan tekanan turunnya.
Fase konsolidasi ini bisa berlangsung beberapa hari tergantung dari perubahan berita-berita di pasar keuangan yang dapat mengubah sentimen para pelaku pasar.
Support terdekat ada di level rendah hari Senin 26 September di USD1.532,30 per troy ons, sementara resisten ada di USD1.700,00.
Diasuh oleh
Head of Research & Analyst
Monex Investindo Futures
Ariston Tjendra (//ade)