Ben Bernanke. Foto: Corbis
CLEVELAND - Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Ben Bernanke mengatakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) perlu menetapkan kebijakan moneter lebih lanjut, jika inflasi atau ekspektasi inflasi turun secara signifikan.
Dalam sambutannya, sejak The Fed membuat kebijakan baru untuk menjaga biaya pinjaman jangka panjang terendah, Bernanke menunjukkan kesediaannya mendorong kebijakan yang konvensional jika pertumbuhan ekonomi mengalami kemunduran.
"Ini adalah sesuatu yang kita akan lihat dengan sangat hati-hati. Jika inflasi atau ekspektasi turun terlalu rendah, ini menjadi sesuatu yang akan kita respons karena kita tidak ingin deflasi," ujar Bernanke, dilansir dari Reuters, Kamis (29/9/2011).
Komentar tersebut dibuat untuk menanggapi pertanyaan tentang penurunan ekspektasi inflasi di basis pasar, di mana pembuat kebijakan melihatnya sebagai ukuran yang baik dari tren inflasi ke depan.
Jarak imbal hasil 10 tahun di Departemen Keuangan dan inflasi yang dijaga, jatuh ke 1,7 persen pekan lalu. Angka ini merupakan yang terendah sejak September 2010.
Dalam upaya untuk menyumbat resesi terdalam dan membantu pemulihan, The Fed tidak hanya memangkas suku bunga acuan secara efektif. Tetapi juga menyeimbangkan neraca perdagangan lebih dari tiga kali lipat atau sekira USD2,9 triliun.
Meskipun demikian, langkah-langkah tersebut masih cukup lemah. Bernanke mengisyaratkan dia tetap gelisah terhadap risiko ekonomi, yang digambarkan The Fed sebagai kebijakan yang paling "signifikan" di September.
"Kami memiliki banyak masalah baik dalam hal pemulihan dan dalam hal pertumbuhan jangka panjang," tambahnya. (ade)