Kesalahan Masyarakat dalam Berasuransi

Idris Rusadi Putra - Okezone
Sabtu, 1 Oktober 2011 17:30 wib
Ilustrasi.
Ilustrasi.
JAKARTA - Memilih asuransi yang tepat adalah angan dari semua orang. Asuransi diklaim bisa menyelematkan kehidupan maupun keluarga di masa mendatang.

Aidil akbar, penulis buku Shocking Unitlink  mengatakan, kesalahan pertama dan mutlak dalam asuransi adalah masyarakat menepatkan anak dalam polish asuransi. Padahal anak ini katanya belum cakap hukum sehingga tidak bisa dijadikan ahli waris.

"Cakap hukum di sini apabila anak sudah umur 21 tahun atau sudah menikah," ungkap Aidil dalam acara bedah buku di Jakarta, Sabtu (1/10/2011).

Lebih lanjut dia mengatakan, kesalahan yang sering dilakukan masyarakat adalah tentang asuransi pendidikan anak. " Kalau yang diasuransikan anaknya secara logika premi asuransinya keluar kalau anaknya sudah meninggal," jelasnya.

Kurang cakapnya masyarakat Indonesia dalam berasuransi menjadi suatu kesalahan dalam berasuransi, seperti menghitung uang proteksi yang tidak maksimal. "Karena mengambil produknya tidak maksimal, jadi uang proteksi yang kembali juga tidak maksimal. Untuk mendapatkan maksimal uang proteksi carilah produk yang murni atau alamiah sehingga hasil juga maksimal," tutupnya. (nia) (rhs)
  • Andry Andika » 0 Tanggapan
    Menurut saya yang paling membutuhkan asuransi adalah rakyat kecil, yang sulit mendapatkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang layak. Untuk itu pemerintah harus membuat aturan untuk ini. Ingat tanpa rakyat kecil negara tidak dapat maju, karena merekalah yang mau bekerja tanpa pamrih.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • tukiyem » 0 Tanggapan
    tolong buat artikel itu bermutu kenapa? ini ngak jelas banget artikelnya, baca saja sendiri, seperti digantung-gantung informasinya.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit