Prospek Industri Asuransi Jiwa Masih Cerah di Mata Asing

R Ghita Intan Permatasari - Okezone
Senin, 3 Oktober 2011 15:01 wib
Ilustrasi. Foto: Corbis
Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menuturkan saat ini industri asuransi jiwa di Indonesia masih dipandang sebagai prospek yang cerah dikalangan investor asing.

"Ini alarm untuk bangunkan diri. Semua pelaku di industri ini harus bisa menyiapkan diri baik dari produk service dan lainnya, karena ini ujungnya bukan untuk industri saja tapi kualitas kesejahteraan masyarakat," ungkap Direktur Executive AAJI, Benny Waworuntu, di Jakarta, Senin (3/10/2011).

Tambahnya, pertumbuhan semua perusahaan asuransi saat ini sangat baik. Dia mencontohkan, pertumbuhan Manulife Indonesia pada tahun lalu di atas 40 persen serta dari segi industri sebanyak 20 persen.

"Iklim investasi kita saat ini sangat bagus sehingga dapat mengundang investor-investor dari luar dan mereka sedang mempelajari untuk dapat  berinvestasi di sini," paparnya.

Namun dalam hal ini, Benny belum bersedia menyebutkan investor dari negara mana saja yang sedang mempelajari untuk dapat berinvestasi di sini.

Sekadar informasi, total aset kelolaan Manulife Indonesia meningkat sebanyak 32 persen dari Rp24,1 triliun pada Juni 2010 menjadi Rp31,8 triliun dari periode yang sama pada tahun ini. Jumlah tersebut sudah termasuk didalamnya reksa dana dan dana pensiun.

Kemudian aset kelolaan yang berhubungan dengan asuransi jiwa (individu dan asuransi kesehatan kumpulan) meningkat 48 persen dari Rp12,5 triliun pada akhir Juni 2010 menjadi Rp18,6 triliun dalam periode yang sama pada tahun ini.

Selain itu pertumbuhan total premi asuransi bertumbuh menjadi Rp3,5 triliun pada akhir Juni 2011 dari Rp2,3 triliun pada akhir Juni 2010 yaitu bertumbuh sebesar 51 persen. Adapun premi baru kotor di semester-I 2011 adalah sebesar Rp2,4 triliun meningkat sebanyak 87 persen dari Rp1,3 triliun dalam periode yang sama pada tahun lalu.

Di sisi lain total premi bisnis baru (asuransi individu dan asuransi kesehatan kumpulan) berdasarkan annual premium equivalenr (APE) bertumbuh sebesar 51 persen dari Rp329,6 miliar pada akhir Juni 2010 menjadi Rp497,7 miliar pada periode yang sama pada tahun ini.

Total APE Manulife Indonesia termasuk di dalamnya adalah reksa dana dan dana pensiun meningkat 16 persen dari Rp570 miliar pada akhir Juni 2010 menjadi Rp66,11 miliar dalam periode yang sama di tahun ini.

Sedangkan jumlah agen bertumbuh sebanyak 32 persen dari 5.214 pada kuartal-II 2010 menjadi hampir 7.000 agen pada Juni 2011. (ade)
TWITTER »
twit