Ilustrasi. Foto: Corbis
ATHENA - Pemerintah Yunani mengumumkan rencana pengurangan pegawai negeri sipil (PNS) yang saat ini berjumlah 30 ribu orang pada akhir tahun.
Pengumuman itu merupakan bagian dari upaya penghematan atau efisiensi sebagaimana disyaratkan para pemberi dana talangan internasional. Rencana tersebut diumumkan pada Minggu (2/10) malam waktu setempat setelah auditor untuk program paket penyelamatan Yunani memperingatkan pentingnya pengurangan belanja langsung di sektor publik.
Namun, peringatan itu mendapat tantangan dari pemerintah yang terkendala dalam masalah konstitusi Yunani yang melindungi PNS dari pemecatan. Kendati demikian, Pemerintah Yunani mempunyai cara tersendiri mengurangi jumlah PNS.
Mereka akan menempatkan PNS yang hampir pensiun di organisasi di berbagai negara dan menempatkan tenaga kerja cadangan untuk menghindari revisi konstitusional. Dengan cara itu, Negeri Dewa-Dewa ini akan menghemat dana sebesar 300 juta euro pada 2012.
“Usulan final tersebut merupakan versi yang paling ringan untuk dampak sosial yang ditimbulkan,” ujar juru bicara Yunani IIias Mosialos dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters.
Pemberi pinjaman internasional yang terdiri atas Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF), Uni Eropa dan Bank Central Eropa (European Central Bank/ ECB) berada di Athena sejak Kamis (29/9) untuk memutuskan apakah Yunani layak mendapatkan pencairan dana talangan (bailout) sebesar 8 miliar euro guna menghindari kebangkrutan pada bulan depan.
Maka dari itu, ketiga lembaga yang disebut troika itu menekankan kepada Yunani agar melakukan langkah-langkah penghematan lebih lanjut guna mengurangi biaya dan meningkatkan pendapatan. Kementerian Keuangan Yunani mengatakan, langkah-langkah tambahan yang dilakukan telah diputuskan dengan target penghematan 6,6 miliar euro pada 2011 dan 2012.
Dalam draf anggaran belanja tahunan 2012 yang disampaikan kemarin, Pemerintah Yunani juga melihat adanya potensi kenaikan jumlah utang publik terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 172,7 persen dari perkiraan sebelumnya 161,8%.
“Pada 2012 Yunani berharap pengurangan lebih lanjut dari defisit publik menjadi 6,8 persen dari PDB, bukan 6,5 persen dari perkiraan pada Juni akibat resesi,” ujar Kementerian Keuangan Yunani kemarin.
Kementerian Keuangan Yunani menambahkan, target tersebut menandai masuknya negara ke fase lain keuangan yang memungkinkan Yunani pada tahun depan membukukan surplus 3,2 miliar euro untuk pertama kalinya. Tetapi, tindakan penghematan tersebut harus ditaati dengan terus memperbarui target terbaru.
“Tiga bulan ini merupakan bulan penting dalam penghujung 2011 dan perkiraan akhir defisit 8,5 persen dari PDB dapat dicapai jika ada mekanisme negara dan mendapat respons yang sesuai dari warga,” kata pihak Kementerian Keuangan Yunani.
Pada Minggu (2/10) malam lalu Pemerintah Yunani menyatakan target pengurangan defisit anggaran diprediksi menjadi 8,5 persen dari produk domestik bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih besar dibanding target sebelumnya pada Juni lalu yakni 7,4 persen. Sementara, pada 2012 Yunani menargetkan defisit anggaran bisa mencapai 6,8 persen.
Sementara, Perdana Menteri Inggris David Cameron memperingatkan, krisis zona euro dapat melemahkan perekonomian seluruh dunia. Menurutnya, para pemimpin zona euro harus memperkuat mekanisme keuangan di wilayahnya, menjamin keterlibatan dari IMF dan menangani secara tegas tentang tingginya tingkat utang.
“Tindakan harus diambil dalam beberapa minggu mendatang untuk memperkuat bank-bank Eropa dan membangun pertahanan zona euro,” ujarnya. (chindya citra) (Koran SI/Koran SI/ade)