MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar dinyatakan siap masuk bursa. Kesiapan ini terungkap dari hasil penilaian tata kelola keuangan Pemerintah Kota Makassar oleh PT Pefindo (Pemeringkat Efek Indonesia) dan Bank Dunia di ruang pola Balaikota Makassar.
Pefindo merupakan lembaga penunjang pasar modal di Indonesia yang memiliki tugas utama menyediakan suatu peringkat atas risiko kredit yang objektif, independen, serta dapat dipertanggung jawabkan atas penerbitan surat utang yang diperdagangkan kepada masyarakat luas.
Vice President Pefindo Endi Roswendi dan Felix dari Perwakilan Bank Dunia mengatakan, dari hasil penilaian Pefindo, tata kelola keuangan Makassar dinyatakan layak dan siap masuk bursa. Jika ini terealisasi, Kota Makassar akan menjadi satu dari lima kota di Indonesia, termasuk Jakarta dinyatakan layak masuk bursa.
Sementara Felix dari perwakilan Bank Dunia menyebutkan, pendapatan Pemerintah Kota Makassar lebih tinggi dari pengeluaran. Pendapatan masyarakat cenderung meningkat tiap tahun, likuiditas pemda menunjukkan cashflow bagus. Kemampuan bayar utang cukup bagus. Sehingga disimpulkan kemampuan memimjan kembali positif.
Dari hasil analisa tersebut, lanjut Felix, Pemkot sangat memiliki peluang besar melakukan penjualan obligasi daerah.
“Kalau di Amerika diistilahkan municipality bond. Yakni pinjaman yang ditawarkan kepada publik melalui penawaran umum di pasar modal. Seperti asuransi, manajer investasi, Askes, dan lainnya. Sehingga Kemampuan keuangan Kota Makassar siap go publik melalui pasar obligasi,” katanya di depan Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin dan jajarannya pada acara pemaparan hasil analisa penilaian rating tata kelola, di Makassar, Kamis (6/10/2011).
Menanggapi hal tersebut Wali Kota Makassar Ilham Arief Sirajuddin menegaskan, posisi Makassar cukup kuat untuk hari ini. Peluang untuk meningkatkan lagi rating cukup besar karena posisi hasil analisa saat ini sudah sangat bagus.
Keberuntungan memang berada di pihak Syafruddin dan Musdalifah. Pasalnya, jumlah peserta sepeda santai pemkot ini sebanyak 21 ribu, lebih banyak dari tahun sebelumnya yang hanya 17 ribu peserta.
"Dari hasil sudah memiliki kerangka acuan dasar kita, sekarang bagaimana Makassar bisa menyelesaikan kemacetan lalulintas, kita sangat terukur dengan adanya seperti ini, lebih mempromosikan kota Makassar, kemampuan manejerial kita,” katanya.
Selain perwakilan Bank Dunia dan Pefindo, hadir pula dua staf ahli Pemkot Hamid Paddu dan Danny Pomanto serta sejumlah kepala SKPD terkait.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.