Citibank Indonesia Yakin Krisis Global adalah Peluang

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Kamis, 6 Oktober 2011 13:10 wib
Logo Citibank
Logo Citibank
JAKARTA - Citibank Indonesia mengaku tidak mengkhawatirkan gonjang-ganjing perekonomian global, berpengaruh terhadap perkembangan bisnisnya di Indonesia. Bahkan, Citibank mengaku memanfaatkan situasi ini untuk semakin menguatkan bisnisnya.

Chief Country Officer Citibank Indonesa Tigor M Siahaan dalam jumpa medianya di Financial Club, Kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis (6/10/2011) menyatakan, saat ini, kondisi perekonomian di Indonesia sangat baik, bahkan dari krisis yang pernah melanda Indonesia di 2008 lalu. Dengan cadangan devisa yang mencapai USD120 miliar dan GDP Indonesia yang terus tumbuh.

"Volatilitas akibat kondisi global ini pasti ada, tetapi kita enggak perlu melihat ini dalam jangka pendek seperti lima enam bulan mendatang, lihat lima tahun ke depan. Ketahanan finansial kuat, kami sendiri sangat yakin Indonesia tetap menjadi sebuah destination yang sangat menarik," jelas Tigor.

Bank asal Amerika yang telah berkembang di Indonesia selama lebih dengan 40 tahun ini, optimistis dengan peluang Indonesia untuk terus maju. Bahkan, Indonesia masuk dalam 16 negara di dunia yang sangat menarik bagi investor.

"Indonesia, bersama beberapa negara seperti China, Singapura, Meksiko, Brasil dan lainnya masuk dalam 16 negara paling menarik di dunia yang punya change besar untuk terus maju. Didukung dengan angka konsumsi domestik yang tinggi, kita terus tertarik untuk semakin mengembangkan modalnya," tambahnya.

Selain itu, Citibank merasa bahwa keluarnya Surat Utang Negara (SUN), seperti yang sering terjadi sekarang hanyalah sementara. "SUN kita yang dipegang asing itu paling hanya sekira 35-37 persen, dari jumlah ini, pasti ada yang keluar (menjual SUN ke pasar), sekira USD20 miliar, ini wajar, tetapi ini tidak perlu dikhawatirkan," lanjut dia.

Oleh karena itu, belajar dari krisis di 2008, Citibank menganggap ini sebagai kesempatan besar untuk memperbesar investasi dan bisnisnya di Indonesia.

"Di 2008 lalu, saat perusahaan-perusahaan lain menarik dananya, kita justru tambah kantor cabang, buka tambah ATM. Jadi sekarang kita juga menganggap ini sebagai peluang besar," urainya. (mrt) (rhs)
TWITTER »
twit