Ilustrasi: Kalkulator
JAKARTA - Krisis berkepanjangan yang terjadi di zona Eropa yaitu Yunani, diyakini tidak akan menemukan titik temu. Sehingga Yunani kemungkinan akan mengalami gagal bayar atau default benar-benar akan terjadi.
"Yunani pasti akan bangkrut, itu sudah pasti. Yang dilakukan oleh orang saat ini adalah mereka mengulur waktu supaya mereka bisa merekapitalisasi sistem perbankan di kawasan Eropa supaya ketika Yunani bangkrut mereka siap untuk menanggulanginya," tutur analis pasar modal Nico Omer di Jakarta, Sabtu (8/10/2011).
Sudah empat tahun berturut-turut Yunani mengalami resesi sehingga perekonomiannya pun otomatis sangat tidak stabil. Nico meyakini walau nantinya ada dana bailout atau dana bantuan namun hal itu tidak mampu untuk menyelesaikan permasalahan krisis utang tersebut.
"Bayangkan saja mereka harus memotong gaji karyawan. Selain itu melakukan PHK terhadap karyawan lalu bagaimana perekonomian akan tumbuh jika penduduk banyak yang kehilangan perkerjaan," katanya.
Saat ini, tambahnya, utang yunani sebesar 800 miliar euro yang setara dengan USD1 triliun. "Dengan kita lihat angka tersebut it's completely bangkrut. Bahkan lebih dahsyat dari 2008. Tapi orang tidak mau melihatnya dan cenderung untuk menganggap enteng permasalahan ini," pungkasnya. (wdi)