>

RI Dapat Kuota Tangkap Tuna 651 Ton

|

Rohmat - Okezone

Ilustrasi: Ikan Tuna

RI Dapat Kuota Tangkap Tuna 651 Ton
NUSA DUA - Dalam menjaga keberlangsungan hidup ikan tuna sirip biru di dunia, nelayan Indonesia mendapat jatah kuota penangkapan sebesar 651 ton per tahun untuk dua tahun ke depan.

Sekjen Kementerian Kelautan dan Perikanan Gelwynn Yusuf mengatakan, berbagai isu kini menjadi agenda pertemuan enam negara anggota Commission for the Conservation of Southern Bluefin Tuna (CCSBT) di Bali. "Isu yang mengemuka dibahas menyangkut penambahan kuota penangkapan tuna sirip biru dunia, termasuk Indonesia," ujar Gelwynn Yusuf, di Hotel Nikko, Nusa Dua, Bali, Senin (10/10/2011).

Masalah tersebut sangat penting mengingat dapat mempengaruhi perkembangan pembangunan perikanan tuna Indonesia khususnya jenis tuna sirip biru selatan. Indonesia, sambung Gelwyn, memperoleh kuota penangkapan sebesar 651 ton masing-masing untuk 2010 dan 2011 dari kuota dunia sebesar 9.749 ton per tahun.

Guna memastikan pemanfaatan tuna sirip biru selatan secara berkelanjutan, maka CCSBT telah mengadopsi tindakan pengelolaan berbasis output control lewat penerapan kuota penangkapan untuk setiap negara.

Enam negara tergabung dalam CCSBT yang menyelenggarakan pertemuan tiga hari hingga 13 Oktober adalah Jepang, Australia, Selandia Baru, Korea, Indonesia, dan Taiwan. Selain itu, pertemuan dihadiri anggota tidak tetap seperti Filipina, India, Afrika Selatan, dan Eropa.

Gelwyn menambahkan, pemanfaatan kuota penangkapan dilakukan lewat kewajiban pengisian Catch Documentation Scheme (CDS). Dalam ketentuan CDS, mewajibkan setiap ekor ikan tuna sirip biru selatan wajib ditandai setelah ditangkap maupun telah mati.

“Nelayan kita diharapkan mampu memenuhi ketentuan CDS secara baik sehingga kinerja ekspor tuna sirip biru selatan dapat dipertahankan bahkan kalau mungkin ditingkatkan,” harapnya.

Hal itu dipandang penting dalam upaya mengoptimalkan perdagangan tuna internasional tidak terganjal praktik perdagangan ilegal. "Kita pernah terancam sanksi Komisi untuk Konservasi Tuna Sirip Biru karena terindikasi menyelundupkan tuna sirip biru ke Jepang," katanya mengingatkan.

Dia menambahkan, pertemuan CCSBT kali ini ingin menegaskan bahwa pengelolaan tuna sirip biru selatan bukanlah dominasi satu negara tertentu tetapi didasarkan pada kesepakatan internasional. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Pertumbuhan Ekonomi Cenderung Stagnan di 5,33%