Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

IMF Turunkan Pertumbuhan RI, Masyarakat Tak Perlu Galau

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Jum'at, 14 Oktober 2011 |15:25 WIB
IMF Turunkan Pertumbuhan RI, Masyarakat Tak Perlu Galau
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Masyarakat tidak perlu risau menanggapi pemangkasan perkiraan pertumbuhan ekonomi dunia oleh Dana Moneter Internasional (International  Monetary Fund/IMF). Pasalnya ini adalah sesuatu yang biasa dilakukan oleh IMF.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, menjelaskan walaupun IMF memangkas beberapa pertumbuhan ekonomi negara-negara Eropa, Asia, dan Amerika Serikat (AS), namun Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) justru memberi respons positif kepada prediksi pertumbuhan Indonesia.

"Beberapa waktu lalu justru ADB mengoreksi ke atas untuk Indonesia," ujar Hatta saat ditemui usai acara Expo Nasional Inovasi Perkebunan 2011, di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (14/10/2011).

Lebih lanjut dia mengatakan koreksi yang diberikan IMF tersebut sudah biasa, namun yang paling penting kata Hatta sekarang pemerintah akan fokus pada penyelesaian masalah dalam negeri agar tidak terjadi koreksi.

"Semua koreksi dengan asumsi, apabila ini tidak kita kerjakan pekerjaan rumah kita, maka kita bisa alami koreksi. maka kita harus kerjakan pekerjaan rumah kita," tandasnya.

Walaupun demikian, Hatta mengatakan akan terus mengantisipasi perekonomian Indonesia yang salah satunya dengan terus menjaga pasar domestik.

"Kita harus antisipasi terutama kita sekarang kan oke, bagaimanapun juga orang datang ke sini, investasi meningkat karena yield baik, kualitas baik. PR besar bagaimana perluas pasar domestik, jaga pasar, jaga daya beli. Ini harus dikerjakan," pungkasnya.

(Widi Agustian)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement