Apakah Bonus Kena Pajak?

|

-

Logo Citasco. Dok Citasco

Apakah Bonus Kena Pajak?
Saya karyawan swasta, ingin menanyakan pendapatan apa saja yang sebenarnya dipotong pajak? Apakah bonus tahunan dan bulanan yang saya terima kena pajak? Jika iya, berapa persenkah?

Saya juga mendapatkan tunjangan lain selain gaji pokok, apakah tunjangan tersebut kena pajak? Mohon penjelasannya dan terima kasih.

Oleh:
Adinda
nda_lophxxx@yahoo.com
Pangkalan Kerinci, Riau

Jawaban:

Pada dasarnya setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak dengan nama dan dalam bentuk apa pun merupakan objek pajak penghasilan berdasarkan pasal 4 Undang-undang Pajak Penghasilan (UU PPh).

Penghasilan yang umumnya diterima oleh seorang karyawan, antara lain dapat berupa gaji, bonus serta berbagai macam tunjangan, yaitu tunjangan transport, tunjangan kesehatan, tunjangan komunikasi, maupun tunjangan lainnya.

Ketentuan pemajakan atas penghasilan yang diterima oleh karyawan telah diatur dalam pasal 21 UU PPh juncto Peraturan Menteri Keuangan Nomor 252/PMK.03/2008 juncto Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor PER-31/PJ./2009.

Pasal 21 ayat (1) huruf a UU PPh mengatur bahwa pemotongan pajak atas penghasilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiatan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak orang pribadi (WPOP) dalam negeri wajib dilakukan oleh pemberi kerja yang membayar gaji, upah, honorarium, tunjangan, dan pembayaran lain sebagai imbalan sehubungan dengan pekerjaan yang dilakukan oleh pegawai atau bukan pegawai. Jadi, berdasarkan UU PPh semua penghasilan yang dibayarkan oleh perusahaan kepada karyawan pada dasarnya merupakan obyek PPh Pasal 21.

Menjawab pertanyaan dari Ibu Adinda, bonus yang diterima baik secara bulanan dan tahunan oleh karyawan maupun tunjangan lain selain pembayaran gaji merupakan obyek pemotongan PPh Pasal 21.

Tarif pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasilan yang diterima oleh pegawai tetap adalah mengacu kepada pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atas Penghasilan Kena Pajak sedangkan yang dimaksud dengan Penghasilan Kena Pajak adalah penghasilan netto dikurangi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).

Untuk mendapatkan penghasilan netto, jumlah penghasilan yang diterima pegawai tetap kemudian dikurangi dengan biaya jabatan dan iuran pensiun yang dibayarkan oleh pegawai yang bersangkutan kepada Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang telah disahkan oleh Menkeu.

Kecuali untuk Masa Pajak terakhir, tarif PPh Pasal 21 untuk pemotongan PPh Pasal 21 setiap Masa Pajak adalah perkiraan penghasilan yang akan diperoleh selama satu Tahun Pajak. Untuk penghasilan yang bersifat teratur perkiraan penghasilan satu Tahun Pajak adalah jumlah penghasilan teratur dalam satu bulan dikalikan 12.

Dalam hal ini terdapat penghasilan yang tidak teratur (misal bonus), maka perkiraan penghasilan yang akan diperoleh selama satu tahun adalah sebesar jumlah penghasilan teratur ditambah dengan jumlah penghasilan yang bersifat tidak teratur.

Contoh Penghitungan PPh Pasal 21 Atas Gaji Dan Bonus Yang Diterima Oleh Pegawai Tetap

Soal

Joko Qurnain (tidak kawin) bekerja pada PT Qolbu Jaya dengan memperoleh gaji sebesar Rp2 juta sebulan. Pada Masa April 2011, Joko menerima bonus sebesar Rp5 juta.

Setiap bulannya Joko membayar iuran pensiun ke dana Pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan sebesar Rp60 ribu. Hitung PPh Pasal 21 atas gaji dan bonus yang diterima untuk Masa April 2011!

Jawaban

PPh Pasal 21 atas Gaji dan Bonus (penghasilan setahun)
Gaji setahun (12 x Rp2 juta)    Rp24 juta
Bonus                                           Rp5 juta
Penghasilan bruto setahun                                                 Rp29 juta

Pengurangan
1 Biaya Jabatan (5% x Rp29 juta)                Rp1,45 juta
2 Iuran pensiun setahun (12 x Rp60 ribu) Rp720 ribu
                                                                                                    Rp2.170.000

Penghasilan neto setahun                                                   Rp26.830.000

PTKP (untuk WP tidak kawin)                                              Rp15.840.000

Penghasilan Kena Pajak                                                      Rp10.990.000

PPh Pasal 21 terutang 5% x Rp 10.990.000                    Rp549.500

PPh Pasal 21 atas Gaji
Gaji setahun (12 x Rp2 juta)                                                Rp24 juta

Pengurangan:
1 Biaya Jabatan (5% x Rp24 juta)                                      Rp1,2 juta
2 Iuran pensiun setahun (12 x Rp60 ribu)                       Rp720 ribu
                                                                                                  Rp1,920 juta

Penghasilan neto setahun                                                  Rp22.080.000

PTKP (untuk WP tidak kawin)                                              Rp15.840.000

Penghasilan Kena Pajak                                                      Rp6.240.000

PPh Pasal 21 terutang atas gaji setahun
5% x Rp6.240.000                                                                  Rp312 ribu

PPh Pasal 21 atas gaji untuk Masa April 2011
Rp312 ribu : 12                                                                       Rp26 ribu (PPh 21 atas gaji)

PPh Pasal 21 atas Bonus

PPh Pasal 21 atas Bonus Masa April 2011
Rp549.500 - Rp312 ribu                                                        Rp237.500 (PPh Pasal 21 atas bonus)

Jadi, jumlah PPh Pasal 21 yang terhutang atas gaji dan bonus yang dibayarkan untuk Masa Pajak April adalah Rp26 ribu + Rp237.500 = Rp263.500.

Demikian penjelasan kami. Semoga bermanfaat.

Diasuh oleh
Ruston Tambunan, Ak., M.Si., M.Int.Tax,BKP
CITASCO
Registered Tax Consultants
www.citasco.com
ruston@citasco.com
(ade)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Daftar Miliarder yang Kekayaannya Terus Menurun