Ilustrasi
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu inisiator kerja sama lintas perbatasan (cross border cooperation) dalam meningkatkan interkoneksi sistem pembayaran di kawasan Asean.
Direktur Direktorat Akunting dan Sistem Pembayaran BI Ronald Waas mengatakan, salah satu yang coba diwujudkan dari kerja sama lintas batas ini adalah penggunaan kartu selayaknya Visa dan MasterCard khusus Asean.
"Ke depan kita bisa menarik dana di seluruh ATM di negara Asean. Tidak lagi harus memiliki kartu berbasis Visa maupun Mastercard, namun melalui suatu bentuk Asean Card Scheme," ujarnya usai acara South East Asean Central Banks (Seacen) "The Future of Payment System" di Jakarta, Senin (17/10/2011).
Ronald menjelaskan, hingga saat ini bila nasabah Indonesia mau menarik dana melalui ATM di luar negeri harus memiliki kartu berbasis Visa maupun Mastercard. Namun, biaya yang dikenakan menjadi mahal.
Menurut Ronald, kedepan harus dibuat suatu sistem semacam Asean card. Sistem ini nantinya akan berkaitan dengan retail payment sistem (sistem pembayaran ritel).
"Ini cita-cita jangka panjang. Saat ini pemain besarnya kan MasterCard dan Visa, nah kalau bisa kita pakai yang punya kita," ungkapnya.
Terkait dengan sistem pembayaran sendiri, beberapa negara Asean seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Singapura dan Filipina bergabung Executive Meeting of East Asian and Pacific (EMEAP), bersama enam negara lain yakni, China, Jepang, Korea, Hong Kong, New Zealand dan Australia.
Dalam forum ini seringkali dilakukan tukar-menukar informasi teknologi sistem pembayaran dan ajang berbagi pengalaman. Adapun melalui forum SEACEN, Ronald berharap dapat merealisasikan sistem pembayaran Asean ke depan karena sifatnya yang lebih rill.
"Di forum EMEAP ini lebih sharing pengetahuan dan presentasi apa yang kita punya, sementara yang SEACEN lebih nyata karena sifatnya untuk integrasi, terlebih isu lintas batas ini makin kuat," tandasnya. (Erichson Sihotang /Koran SI/wdi)