Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Bank CIMB Niaga menambah penyaluran kredit fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sekira Rp600 miliar. Sampai saat ini, kredit kepemilikan rumah oleh CIMB Niaga sudah sekira Rp13 triliun.
"Sampai saat ini, kredit pembiayaan KPR kita mencapai Rp13 triliun, dengan adanya kerja sama ini, kredit FLPP ini akan ditambahkan sekira Rp1,2 triliun di mana dananya sebesar Rp600 miliar dari Kemenpera (Kementerian Perumahan Rakyat) dan sisanya dari CIMB," ungkap Direktur Utama CIMB Niaga Arwin Rasyid setelah menandatangani MoU di kantor Kemenpera, Jakarta, Senin (17/10/2011).
Menurut Arsyad, ke depan, total pembiayaan FLPP yang akan disalurkan pihaknya akan berbunga rendah di bawah sembilan persen, dengan waktu pinjaman yang panjang.
"Dana akan dicampur CIMB Niaga sehingga rate di bawah sembilan persen dan berlaku selama masa pinjaman, jadi kalau delapan tahun ya delapan tahun, kan kalau dulu jangka pendek," lanjutnya.
Di tempat yang sama, Dirut PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah Hariyono menyatakan, sampai saat ini, pihaknya telah menyalurkan kredit kepemilikan rumah sebesar Rp6,5 miliar. Ke depan, dengan ditandatanganinya FLPP ini, BPD Jateng akan menambahkan kredit penyalurannya sampai Rp25 miliar.
"Memang ada kesenjangan demand antara permintaan dan penawaran, ke depan kami akan menyalurkan 450 rumah," tambah Hariyono.
Seperti diketahui, ada empat bank yang ikut dalam FLPP, yakni CIMB Niaga, Bank BRI Syariah, Bank Mandiri dan BPD Jateng bekerja sama dengan Kemenpera dalam penyaluran FLPP. (mrt) (rhs)