Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Dalam kurun waktu lima tahun mendatang, kekayaan global diperkirakan akan meningkat hingga 50 persen menjadi USD345 triliun dan kekayaan perorangan akan meningkat 40 persen hingga mencapai USD70.700.
Meningkatnya kekayaan global ini, dipicu oleh pertumbuhan pada pasar negara-negara berkembang. Dalam laporan yang dikeluarkan oleh Credit Suisse Research Institute, tercatat pasar negara-negara berkembang memiliki cakupan yang cukup luas untuk meningkatkan kekayaan perorangan dikarenakan rasio aset keuangan bersih terhadap pendapatan mereka.
Selain itu, rasio utang terhadap pendapatan mereka yang lebih rendah dibandingkan dengan perekonomian yang maju. Pasalnya, semakin tinggi tingkat utang perorangan Eropa dibandingkan Asia, sejalan dengan semakin tingginya tingkat pertumbuhan kekayaan di Asia dibandingkan di Eropa, telah menyiratkan adanya ruang untuk kerja sama yang signifikan guna membantu mengatasi krisis utang Eropa.
Global Head of Equity Research for Investment Banking, Stefano Natella, mengatakan, berbeda dengan penelitian-penelitian lainnya, Laporan Kekayaan Global Credit Suisse menyajikan data-data unik dan bertujuan untuk memberikan penelitian paling komperehensif tentang kekayaan global.
"Laporan ini menganalisa pendistribusian kekayaan dari keseluruhan 4,5 miliar individu di dunia di lebih dari 200 negara, dengan menggunakan pendekatan penelitian yang tajam dan independen,” ungkapnya melalui siaran pers, di Jakarta, Rabu (19/10/2011).
Sekadar informasi, laporan kekayaan global Credit Suisse 2011 menyatakan adanya peningkatan kekayaan global sebesar 14 persen dari USD203 triliun pada Januari 2010 menjadi USD231 triliun pada Juni 2011, di balik proses pemulihan dari krisis keuangan dunia yang masih berjalan.
Kekayaan per orang meningkat sembilan persen dari USD46.600 pada Januari 2010 menjadi USD51 ribu di Juni 2011 di mana pertumbuhan tertinggi terdapat di Amerika Latin, Afrika, dan Asia. Amerika Serikat merupakan penghasil kekayaan terbesar di dunia dalam kurun waktu 18 bulan tersebut, menyumbang USD4,6 triliun terhadap kekayaan global.
Asia Pasifik adalah kontributor utama peningkatan kekayaan global dalam periode tersebut, dengan China, Jepang, Australia dan India termasuk dalam enam kontributor utama terhadap akumulasi kekayaan global. Asia Pasifik mengukuhkan diri sebagai kontributor penting dalam pertumbuhan kekayaan dunia, terhitung 36 persen dari seluruh penciptaan kekayaan global sejak 2000 dan 54 persen sejak 2010.
Sedangkan jumlah kekayaan rumah tangga di Asia Pasifik mengalami peningkatan sebesar 23 persen dari USD61 triliun pada Januari 2010 menjadi USD75 triliun di Juni 2011.
Hal ini sangat bertolak belakang dengan 9,2 persen dan 4,8 persen jumlah total pertumbuhan kekayaan di Amerika Utara dan Eropa dalam periode yang sama, pergeseran megatren kekuatan ekonomi dunia dari negara-negara maju ke negara-negara berkembang.
Laporan ini menemukan masyarakat Eropa mempunyai lebih banyak rata-rata utang per orang dewasa dengan USD25.550 dibandingkan dengan USD9.227 di Asia Pasifik. Perbedaan besar dalam perutangan di Eropa dan Asia memperlihatkan kemungkinan yang signifikan untuk Asia dan Eropa untuk bekerja sama dalam menanggulangi krisis utang euro. (mrt) (rhs)