JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) melalui anak perusahaannya PT Alam Tri Abadi (ATA) telah mengakuisisi 46 persen kepemilikan PT Bukit Enim Energy (BEE) milik Lucky Star Corporation, Oriental Holdings Ltd and BrightPath Corp senilai USD46 juta pada 14 Oktober 2011 lalu.
"Investasi kami di BEE merupakan bagian dari prakarsa untuk membangun pijakan yang kuat dan membuka potensi batu bara di Sumatera Selatan (Sumsel)," ungkap Presiden Direktur Adaro Energy, Garibaldi Thohir dalam siaran persnya kepada okezone, Rabu (19/10/2011).
Dikatakannya, akuisisi ini, bersama dengan dua akuisisi lain yang telah diumumkan sebelumnya, merupakan bagian dari komitmen perseroan untuk mengembangkan cadangan batu bara di wilayah tersebut.
Pada saat yang bersamaan, akuisisi tersebut dapat memberikan manfaat kepada masyarakat setempat. "Investasi ini akan membantu kami dalam pencapaian visi kami untuk menjadi kelompok perusahaan tambang dan energi Indonesia yang terkemuka," tukasnya.
Selain itu, setelah dilakukan transaksi tersebut, perseroan memiliki 61,04 persen saham BEE. PT Pamapersada Nusantara (PAMA) memiliki 20 persen, PT Triputra Utama Selaras memiliki 13,92 persen, dan PT Bumi Alam Sejahtera (BAS) memiliki 5,04 persen.
Sekadar Informasi, BEE merupakan perusahaan pertambangan batu bara yang tengah mengembangkan proyek batu bara greenfield di Muara Enim, Sumatera Selatan.
BEE merupakan pemegang Izin Usaha Pertambangan (“IUP”) selama 20 tahun yang berlaku sejak Maret 2011 dan mencakup area seluas sekira 11.130 hektare (ha). Area ini memiliki jaringan transportasi lokal, yang akan melengkapi akuisisi perusahaan logistik batu bara di Sumatera Selatan yang baru-baru ini dilakukan oleh Adaro Energy.
Perseroan pun telah melakukan uji kelayakan geologis sebelum menyelesaikan proses pembelian dan berpendapat bahwa IUP ini memiliki potensi pertambangan batu bara terbuka.
Marston, konsultan pertambangan internasional terkemuka, turut membantu melakukan studi potensi geologi batu bara, yang menjadi dasar dilakukannya penilaian atas proyek ini. Dibutuhkan kegiatan pengeboran tambahan dan juga analisis batu bara sebelum pernyataan mengenai sumber daya dan cadangan yang sesuai dengan JORC dapat diterbitkan. Kegiatan pengeboran dan analisis batu bara untuk mendukung pernyataan JORC akan dilakukan pada 2012.
BEE merupakan salah satu dari beberapa peluang akuisisi, yang sejalan dengan pertumbuhan organik, akan membantu Adaro Energy untuk mencapai kapasitas produksi 80 juta ton per tahun dalam jangka menengah sebagai perusahaan yang terus menciptakan nilai yang berkelanjutan untuk jangka panjang dari batu bara Indonesia.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.