Menkeu: Kalo Tidak Siap FTA Malah Merugikan

Idris Rusadi Putra - Okezone
Sabtu, 22 Oktober 2011 17:58 wib
Ilustrasi. Corbis.
Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Adanya Free Trade Agreement (FTA) antara Indonesia dengan negara ASEAN dan beberapa negara lain dapat memperluas pasar Indonesia. Namun, jika tidak siap, maka pasar Indonesia malah jadi korban.

Menteri Keuangan Agus (Menkeu) DW Martowardojo mengatakan, pemerintah sudah membubuhkan tandatangan untuk FTA dengan Asean dan Asutralia serta New Zelan. Meski begitu, Menkeu masih was-was terhadap kesiapan ekonomi dalam negeri.

"Karena dengan adanya FTA ini kalo kita tidak siap, itu kita bukannya memperluas pasar, itu malah pasar kita yang dimasuki negara-negara tetangga," ungkap Menkeu kala di temui di kantornya, jalan Wahidin Raya, Jakarta kemarin.

Karenannya, dia menghimbau bagi industri-industri dalam negeri untuk mempersiapkan diri dengan baik. "Bukan hanya dari sisi teknologinya, tetapi sampai dengan sumberdaya manusianya supaya kita dapat memperluas pasar memanfaatkan FTA ini," tegas dia.

Dia melanjutkan, saat ini FTA memang dimulai dari Asean, Cina, Korea dan India. Namun, jika pasar Indonesia tidak siap, malah pasar Indonesia yang akan di ekspansi oleh kita yang didatangi negara lain. "Itu biasanya terlihat dari surplus dari perdagangan kita yang akan lebih kecil," tambah dia.

Namun demikian, Menkeu mengatakan pemerintah tidak menerapkan moratorium pada FTA ini. "Justru kita mendukung FTA, tapi jangan lengah, kita harus panda mempersdeapkan diri, kita ekspansi ke negara-negaralain, tapi juga menjaga pasar dalam negeri agar tidak diambil oleh negara-negara tetangga, jadi betul-betul ini kesiapan diri," tukas Menkeu. (mrt) (rhs)
  • roni sijabat » 0 Tanggapan
    pengusaha luar negeri(asean) sudah lama memetakan pasar di indonesia, dan mengerti betul pasar di indonesia, sementara pengusaha di indonesia masih buta akan pasar luar negri khususnys negara negara asean, saya mengkwatirkan indodnesia akan menjadi permainan ekonomi negara asing, karena tidak mampu bersaing sehingga rakyat yang harus di korbankan oleh kebijakan pemerintah yang terkesan buru buru, salam nasionalisme
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit