Kredit Bank Danamon Tumbuh 26%

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Selasa, 25 Oktober 2011 17:34 wib
Ilustrasi: Kalkulator
Ilustrasi: Kalkulator
JAKARTA - PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) mencatatkan kredit sebesar Rp97,434 triliun, atau tumbuh 26 persen dibandingkan Rp77,374 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

"Di mana kredit segmen mass-market yang disalurkan melalui Danamon Simpan Pinjam, Adira Finance, Adira Kredit serta segmen usaha kecil menengah (UKM) dan komersial tetap merupakan kontributor utama pertumbuhan. Dalam kurun waktu setahun terakhir, segmen mass-market, UKM dan komersial telah tumbuh masing-masing 30 persen dan 29 persen," jelas Chief Financial Officer dan Direktur Danamon Vera Eve Lim, di Hotel JW Marriot, Jakarta, Selasa (25/10/2011).

Kredit mass-market Danamon, lanjutnya sebagian besar terdiri dari pembiayaan mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) dan pembiayaan kendaraan bermotor melalui anak perusahaan Adira Finance (Adira), mencakup 58 persen dari total portofolio kreditnya.

Pembiayaan Adira mencapai Rp39,023 triliun pada akhir September 2011 dari Rp27,835 triliun di periode yang sama tahun lalu. "Kredit mikro, UKM dan komersial secara keseluruhan mencapai Rp29,764 triliun atau 31 persen dari total kredit kami,” jelas Vera.

Sementara itu, kredit wholesale dan ritel masing-masing mencapai Rp12,044 triliun dan Rp4,773 triliun, mencakup 12 persen dan lima persen dari portofolio kredit pada akhir September 2011.

Sementara itu, rasio kredit bermasalah (NPL gross) Danamon berada pada tingkat 2,9 persen, turun dari 3,1 persen di semester pertama 2010. Per akhir September 2011, dana pihak ketiga Danamon mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan naik 21 persen, mencapai Rp86,990 miliar.

“Posisi tabungan dan giro (CASA) Danamon tumbuh 18 persen mencapai Rp32,874 miliar atau 38 persen dari total dana pihak ketiga. Giro tumbuh 32 persen, mencapai Rp11,454 miliar
sementara tabungan naik 12 persen secara setahunan, masing-masing mencapai Rp21,420 miliar. Di samping itu, deposito berjangka Danamon tumbuh 23 persen mencapai Rp54,116 miliar, mencerminkan tingkat likuiditas yang sehat,” ungkap Vera.

Adapun pembiayaan akan tetap menjadi salah satu prioritas utama Danamon. Untuk memperkuat kemampuan pendanaannya (funding franchise), Danamon terus memperluas jaringan layanannya
termasuk menambah sekira 300 ATM, membuka 165 cabang Adira Finance, 73 outlet Adira Kredit, dan 16 cabang Adira Insurance dalam kurun waktu dua belas bulan terakhir. "Kami akan terus mengembangkan jaringan pelayanan kami untuk lini-lini usaha utama kami,” ungkap Vera.

Sekadar informasi, per 30 September 2011, rasio kredit terhadap total pendanaan (Loan to Funding Ratio) mencapai 88,9 persen, mencerminkan neraca yang likuid, sementara rasio kredit terhadap  total dana pihak ketiga (Loan to Deposit Ratio/LDR) ada pada tingkat 99,5 persen.

Kinerja keuangan Danamon untuk sembilan bulan pertama 2011 dikontribusikan oleh pertumbuhan delapan persen dalam pendapatan bunga bersih (net interest income) dan pertumbuhan 19 persen dalam pendapatan imbal jasa, masing-masing mencapai Rp7,972 miliar dan Rp3,006 miliar.

“Hal ini tercapai melalui upaya Danamon yang terus menawarkan produk inovatif serta meningkatkan pendapatan cross-selling”, tukas Vera.

Pertumbuhan pendapatan imbal jasa didukung oleh bisnis bancassurance dan asuransi umum, masing-masing meningkat 148 persen ke Rp194 miliar dan 29 persen ke Rp368 miliar secara setahunan.

"Kami akan terus melakukan peningkatan kualitas atas penawaran produk consumer banking termasuk asuransi dan wealth management kepada basis nasabah kami di seluruh Indonesia. Perihal revenue, pendapatan fee based merupakan potensi yang kuat bagi Danamon di beberapa kuartal yang akan datang”, tambah Vera.

Pada sembilan bulan pertama 2011, Danamon mencatat Return on Average Asset (ROAA) sebesar 2,6 persen serta Return on Average Equity (ROAE) sebesar 18,3 persen. (wdi)
TWITTER »
twit