PADANG - Gas tabung elpiji seberat 12 kilogram di Padang, Sumatera Barat naik harga ditingkat pengecer dari Rp80 ribu naik menjadi Rp90 ribu atau naik senilai Rp10 ribu. Merangkaknya gas elpiji ini sudah terjadi dua minggu lalu.
"Kenaikan ini bukan dari pengaruh kuota elpiji, kuota elpiji untuk wilayah Sumatera Barat berkisar 70 sampai 75 kilogram per hari,” ungkap Ketua DPD Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Sumatera Barat Rinto Wijaya, saat dihubungi okezone, Kamis (27/10/2011).
Menurutnya kenaikan gas elpiji tabung 12 kilogram di Padang ini disebabkan imbas dari kebijakan konversi minyak tanah ke gas di sejumlah provinsi tetangga. Akibatnya sejumlah pasokan gas untuk Sumbar mengalir ke Provinsi Riau, Jambi, dan Bengkulu. “Kita menduga kenaikan gas 12 kg di Padang akibat kelangkaan barang di tingkat pengecer,” ujarnya.
Selain itu, kata Rinto dalam kebiasaan warga akan mencari harga yang lebih murah menyebabkan pembeli gas di Kota Padang meningkat. Pasalnya harga di daerah provinsi tetangga naik karena konversi gas tersebut, ditambah lagi tabung gas 3 kilogram ini kerap meledak.
“Di satu sisi kita tidak bisa menyalahkan pedagang pengecer gas ini karena pembeli yang datang ke tokonya untuk membeli gas. Saya juga meminta kepada pengusaha tingkat pengecer gas ini tidak menyuplai gas ke daerah tetangga, sebab kalau di suplai ke daerah lain ini akan berdampak pada naiknya harga elpiji 12 kg di Padang,” katanya.
Sementara Makmur (60) salah satu pengecer gas elpiji 12 kilog di Pasar Siteba, Kecamatan Nanggalo Padang mengakui dia kekurangan pasokan gas.
“Biasanya saya mendapat pasokan sebanyak 12 tabung kas dengan berat 12 kilogram, namun dalam satu minggu ini saya hanya mendapatkan pasokan gas dari agen sebanyak empat tabung sehingga permintaan konsumen tidak terpenuhi akibat kelangkaan ini. Kondisi ini terpaksa menaikkan harga dari Rp80 ribu per tabung naik menjadi Rp90 ribu per kilogram,” tutupnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.