Image: corbis.com
JAKARTA - Saat ini, pemerintah tengah mempertimbangkan memperluas lokasi industri di Karawang hingga 2.000 hektare (ha). Karawang sendiri menjadi basis berbagai industri speerti elektronik dan automotif.
Menteri Perindustrian MS Hidayat menuturkan, perluasan kawasan industri Karawang ini merupakan salah satu perwujudan keinginan produsen mobil dari Jepang untuk membangun pusat produksi di Indonesia.
Kabar tersebut santer terdengar setelah Thailand, yang menjadi pusat produksi mobil-mobil Jepang, diterjang banjir besar.
"Industri-industri mobil besar Jepang, terutama Honda, mengalami kerugian cukup besar akibat bencana banjir tersebut. Mereka bahkan tidak mampu berproduksi selama dua minggu terakhir. Karena itulah, Jepang kini mencari negara alternatif sebagai basis produksi," kata Hidayat di Istana Negara, Jakarta, Kamis (27/10/2011).
Tidak hanya itu, menurut Hidayat, pemerintah kini juga mempertimbangkan pembangunan pelabuhan khusus untuk kepentingan ekspor maupun antarpulau di daerah Cilamaya. Akses menuju pelabuhan tersebut juga sedang dibangun.
Pembicaraan mengenai pelabuhan Cimalaya ini juga dilakukan dengan menteri perhubungan dan menitikberatkan pada dua pilihan. Pertama, melalui business as usual. Artinya, bisa jadi pelabuhan ini baru terwujud dalam sepuluh tahun ke depan karena hanya mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"Kedua, jika kita melakukan terobosan, maka paling lama sekira lima tahun dan dengan menggandeng swasta, pelabuhan bisa dibangun. Indonesia sendiri akan berinvestasi pada penyediaan infrastruktur dan jalan masuk ke pelabuhan," tandasnya. (rfa) (rhs)