Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Triwulan III-2011

Pelanggan Telkom Diklaim Capai 132,9 Juta Orang

Rifa Nadia Nurfuadah , Jurnalis-Jum'at, 28 Oktober 2011 |12:42 WIB
Pelanggan Telkom Diklaim Capai 132,9 Juta Orang
Ilustrasi: ist.
A
A
A

JAKARTA - Selain pertumbuhan laba, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) juga mencatat kenaikan jumlah pelanggan. Secara keseluruhan, pelanggan grup Telkom kini mencapai 132,9 juta orang.

Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah memaparkan, sampai dengan triwulan III-2011, Telkom mencatat kenaikan jumlah pelanggan yang menggembirakan dibandingkan periode yang sama pada 2010. 

“Jumlah pelanggan Telkom Group tersebut menjelaskan bahwa Telkom Group melayani kebutuhan sekira 58 persen masyarakat Indonesia atas jasa layanan telecommunication, information, media & edutainment (TIME),” kata Rinaldi seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada okezone, Jumat (28/10/2011).

Hingga triwulan III-2011, pelanggan telephony Telkom naik 10,6 persen Year on Year (YoY) dari 118,2 juta menjadi 130,7 juta pelanggan. Jumlah ini terdiri dari pelanggan seluler (Telkomsel) yang naik 11,8 persen dari 93,1 juta menjadi 104,1 juta orang; pelanggan Flexi naik 7,9 persen dari 16,7 juta menjadi 18,1 juta pelanggan; dan pelanggan wireline yang naik 2,1 persen dari 8,3 juta menjadi 8,5 juta orang.

"Layanan broadband juga naik signifikan dengan pertumbuhan 75,1 persen YoY dari 6,4 juta menjadi 11,2 juta orang. Rinciannya, pelanggan Speedy naik 42,7 persen dari 1,53 juta menjadi 2,18 juta orang; pelanggan Telkomsel Flash naik dari 4,3 juta menjadi 5,95 juta orang; dan layanan BlackBerry naik 431 persen dari 573 ribu menjadi 3,04 juta pelanggan," imbuhnya.

Sesuai dengan portofolio bisnis TIME, pertumbuhan data meningkat cukup tinggi. Internet naik 34,6 persen, datacom naik 19,6 persen, media naik 29 persen, IT Services naik 28,3 persen, dan short message service (SMS) naik 10,8 persen.
 
Meski demikian, pertumbuhan voice baik untuk seluler dan maupun fixed line, justru turun sekira 5,4 persen.

"Saya pikir itu normal karena lifestyle masyarakat mulai beralih dari voice ke data bahkan triple play,” ujarnya. (rfa)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement