Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Triwulan III-2011

Divestasi Aset, Laba Intiland Anjlok 64%

Divestasi Aset, Laba Intiland Anjlok 64%
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

JAKARTA - PT Intiland Development Tbk (DILD) hingga triwulan III-2011 membukukan laba bersih sebesar Rp105,31 miliar atau menurun 64 persen dibandingkan periode yang sama 2010 sebesar Rp293,06 miliar.

"Penurunan ini dikarenakan adanya divestasi aset non-inti sebesar Rp136,67 miliar pada 2010," ungkap Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Senin (31/10/2011).

Archied memaparkan, secara operasional kinerja Intiland masih sesuai jalur. Dikatakannya, perseroan memang menunda peluncuran sejumlah proyek baru karena menunggu momentum terbaik.

"Penjualan dari sektor perumahan dan apartemen masih menjadi kontributor pendapatan terbesar, yakni mencapai Rp543,01 miliar atau 85,9 persen," katanya.

Kontributor terbesar berikutnya masing-masing berasal dari sektor perkantoran sewa sebesar Rp56,52 miliar (8,9 persen), Hotel Rp6,12 miliar (satu persen), dan pendapatan lain-lain Rp26,51 miliar (4,2 persen).

Dari sektor kondominium, pendapatan perseroan meningkat sebesar Rp154 miliar, disebabkan adanya pengakuan penjualan unit apartemen 1Park Residences.

Pengakuan penjualan tersebut seiring progres penyelesaian pembangunan sudah mencapai 64 persen per September 2011. Intiland juga berhasil meningkatkan kontribusi pendapatan dari sektor persewaan perkantoran sebesar 10 persen dibadingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan ini sehubungan dengan kenaikan tingkat hunian di Intiland Tower Jakarta yang sudah mencapai 94 persen, Intiland Tower Surabaya (82 persen), dan Wisma Sarinah Jakarta (81 persen).

Dalam kurun waktu sembilan bulan pertama 2011, Intiland berhasil meningkatkan nilai asetnya dari Rp4,46 triliun di triwulan III-2010 menjadi Rp5,35 triliun di periode yang sama tahun ini. Meningkatnya nilai aset terutama disebabkan adanya peningkatan uang muka untuk pembelian lahan di sejumlah proyek baru di Jakarta dan Surabaya.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement