JAKARTA - PT Indosat Tbk (ISAT) berencana menurunkan utang hingga 130 persen pada tahun depan atau sekira USD300 juta. Sementara, tahun ini perusahaan telah melunasi utang sebesar USD200.
"Tahun depan penurunan utang paling tidak 130 persen dari tahun ini. Sehingga bisa cepat mengurangi biaya refinancing cost," ungkap Direktur Utama Indosat, Harry Sasongko saat paparan kinerja kuartal III-2011, di Kantor Indossat, Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (31/10/2011).
Adapun dana yang digunakan untuk membayar utang tahun depan dikatakannya akan berasal dari aliran kas diskresioner (free cash flow). "Kita akan bayar yang logic-nya dengan bunga yang paling tinggi dulu," katanya.
Sekadar informasi, total utang Indosat tahun ini tercatat menurun 20,7 persen menjadi Rp21,6 triliun dibanding sebelumnya yang sebesar Rp27,3 triliun.
Utang tersebut, di antaranya utang jatuh tempo obligasi Indosat IV Rp815 miliar, Obligasi Syariah Ijarah I Rp285 miliar, pinjaman sindikasiUSD112,5 juta, cicilan pinjaman SEK Tranche A,B,C USD33,6 juta.
Selanjutnya, utang HSBC Coface dan Sinosure USD20,1 juta, pinjaman komersial dari HSBC sembilan tahun USD1,4 juta, pinjaman kredit ekspor USD3,8 juta, Pinjaman dari Mandiri dan BCA sebesar Rp600 miliar dan terkahir fasilitas pinjaman dari Revolving BCA sebesar Rp300 miliar. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.