Switching Company, Ongkos ATM Bank Turun

Gina Nur Maftuhah - Okezone
Rabu, 2 November 2011 18:36 wib
Ilustrasi
Ilustrasi
JAKARTA - Tahun depan, Bank Indonesia (BI) berencana menyatukan sistem switching company pada sistem ATM. Hal ini akan berimbas pada menurunnya biaya transaksi antarbank.

“Mestinya karena penggunanya lebih banyak, economic of scale biaya rata-rata penggunaan infrstructure akan lebih rendah. Nilai tambah yang lainnya adalah volume transaksinya akan meningkat sehingga kegiatan perekonomian semakin dinamis karena ada dukungan pembayaran yang lebih cepat dan real time online,” ungkap Deputi Gubernur BI Ardhayadi Mitroatmodjo dalam pesan singkatnya di Jakarta, Rabu (2/11/2011).

Selama ini, bank yang menyatakan tergabung dalam suatu jaringan lewat operator jasa penyedia layanan ATM, memang ditarik  biaya joining dan transaksi. Besar transaksi ini berbeda-beda. PT Rintis Sejahtera (Prima) misalnya, menetapkan joining fee sebesar USD45 ribu per tahun jika koneksi ATM tergabung di Prima.

"Dulunya USD60 ribu per tahun, tetapi beberapa tahun ini trennya turun," ungkap Dirut PT Rintis Sejahtera Iwan Setiawan di tempat yang berbeda.

Kalangan perbankan sendiri, seperti Direktur Micro & Retail Banking Mandiri Budi Gunadi Sadikin menyebutkan bahwa pihaknya tidak keberatan dengan rencana BI menerapkan switching company tahun depan. Meskipun dia menilai bahwa regulator hendaknya memberikan fee yang berbeda antara bank lokal dan asing.

“Kalau kita sebagai bank lokal, berharap lebih murah dan untuk bank asing kalau bisa biaya lebih besar," komentarnya. (wdi)
TWITTER »
twit