Ilustrasi
JAKARTA - Tantangan utama yang dihadapi oleh industri nasional saat ini adalah kecenderungan penurunan daya saing industri di pasar internasional.
Ditambah tantangan berikutnya adalah masih lemahnya sinergi antar industri, baik antara industri hulu dan hilir maupun antara industri besar dengan industri kecil menengah dikarenakan belum terbangunnya struktur klaster (industrial cluster) yang saling mendukung.
Hal tersebut disampaikan oleh Ecky Awal Mucharam Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PKS di Jakarta, Minggu (06/11).
“Adanya sinergi antara industri besar dengan industri kecil menengah dalam rangka untuk mengimbangi kondisi masih didominasinya industry padat modal dan sekaligus menjadi solusi atas terganjalnya pertumbuhan industri padat karya, hal ini merupakan terobosan agar industri nasional bisa lebih tumbuh," tutur Ecky.
Dia menambahkan, di sisi lain, industri kecil dan menengah yang memiliki potensi tinggi dalam penyerapan tenaga kerja ternyata masih memiliki berbagai keterbatasan yang masih belum dapat diatasi dengan tuntas.
Menurut Ecky, dalam era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi, dan ditengah situasi kondisi ekonomi global yang sedang tidak menentu, Sektor perindustrian merupakan pilar utama pendorong pertumbuhan perekonomian suatu bangsa.
Kenyataan itu harus dihadapi serta harus menjadi pertimbangan dalam menentukan setiap kebijakan yang akan dikeluarkan, sekaligus merupakan paradigma yang harus dimiliki oleh setiap penentu kebijakkan untuk melaksanakan proses industrialisasi. Agar industry nasional tumbuh lebih pesa. (Adam Prawira/Koran SI/wdi)